Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Masyarakat Kalimantan Selatan Diminta Memanfaatkan Dana Indonesiana

📅 Selasa, 29 Jul 2025, 01:04 WIB | Oleh:
Masyarakat Kalimantan Selatan Diminta Memanfaatkan Dana Indonesiana Doc: ist
Ket. rupiah

JAKARTA – Masyarakat Kalimantan Selatan seperti mahasiswa atau komunitas dapat memanfaatkan Dana Indonesiana. “Sebab sampai sekarang masih sedikit dari Kalsel yang memanfaatkan Dana Indonesiana,” tutur Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan, Senin (28/7).

Dia menambahkan bahwa mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan dapat membentuk kelompok dan berdiskusi untuk menggagas ide-ide baru terkait sejarah dan pemajuan budaya Nusantara. Sebab anggaran pemerintah yang dihadirkan melalui dana abadi kebudayaan atau Dana Indonesiana dapat dimanfaatkan berbagai kalangan termasuk komunitas dengan menghadirkan kegiatan seperti seminar dan penulisan buku.

Selain itu, dapat juga menghadirkan sebuah kegiatan positif yang berdampak nyata serta sejalan dengan perkembangan generasi muda saat ini. Menurutnya, perlu ada ide baru mengaktualisasi sejarah selain seminar dan penulisan buku. Ada yang relate dengan kebutuhan anak muda. Ada anggaran cukup besar di dana abadi kebudayaan, Dana Indonesiana.

Sebelumnya, Kementerian Kebudayaan kembali membuka program dana abadi untuk pengembangan kebudayaan, Dana Indonesia periode 2025-2026. Lewat kucuran dana sebesar 465 miliar untuk periode tersebut, dari dana abadi secara total 5 triliun diharapkan dapat dimanfaatkan oleh penerima manfaat secara luas.

Mereka bisa dari kalangan perorangan, komunitas organisasi, pegiat yang bergerak di sektor tradisi dan ekspresi budaya kontemporer. Dana Indonesiana tersebut diharapkan bisa menjadi stimulus kehadiran public-private partnership di sektor kebudayaan.

Agar program ini dapat dimanfaatkan target sasaran secara luas di Indonesia, bakal memanfaatkan Balai Pelestarian Kebudayaan di 23 provinsi untuk membantu mempromosikan dan menyosialisasikannya, selain memanfaatkan platform media sosial.

Adapun jenis layanan pada program ini mencakup fasilitasi bidang kebudayaan bagi komunitas dan pelaku budaya, produksi kegiatan kebudayaan, produksi media, dan program lainnya yang telah aktif melaksanakan kegiatan kebudayaan selama dua tahun terakhir.

Sementara itu, Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan (Disdag Kalsel) berupaya mengendalikan harga gula konsumsi dan minyak goreng agar tetap stabil dan terkendali saat terjadi fluktuasi distribusi nasional.

Kepala Disdag Provinsi Kalsel Ahmad Bagiawan dikonfirmasi di Banjarbaru, Senin mengatakan, harga gula konsumsi meningkat tipis menjadi Rp17.630 per kilogram dari harga acuan 17.500, namun secara umum masih stabil di Kalsel. "Kenaikan harga itu disebabkan menurunnya pasokan dari Pulau Jawa akibat faktor cuaca dan distribusi," kata Bagiawan.

Dia mengungkapkan, Provinsi Kalsel masih mengandalkan pasokan gula dari luar Pulau Kalimantan, sehingga rentan terjadi gangguan distribusi akibat kendala transportasi laut, seperti gelombang tinggi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.