Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Masyarakat Diajak Jaga Kebersihan Lingkungan untuk Cegah DBD

📅 Selasa, 17 Okt 2023, 00:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Masyarakat Diajak Jaga Kebersihan Lingkungan untuk Cegah DBD Doc: ANTARA/Kutnadi
Ket. Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Juanedi Wibawa.

Pekalongan - Pemerintah Kota Pekalongan, Jateng mengajak masyarakat terus menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyebaran demam berdarah dengue (DBD) karena penyakit disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegyptitersebut, tidak bergantung lagi kondisi tertentu, seperti musim kemarau atau hujan.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Juanedi Wibawa di Pekalongan, Senin, mengatakan pihaknya secara intensif terus menyosialisasi bahaya DBD kepada masyarakat melalui petugas kelurahan dan puskesmas.

"Fenomena DBD yang dulunya muncul dan meningkat pada waktu-waktu tertentu, namun kini penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti ini tidak tergantung dari kondisi tersebut. Apalagi daerah ini, sumber airnya kurang lancar sehingga berpotensi mudah adanya wabah DBD pada waktu kapan saja," katanya.

Ia mengatakan penyakit DBDbisa dicegah dengan pengelolaan lingkungan yang lebih baik, seperti menguras bak mandi minimal dua kali seminggu, menutup tempat penampungan air, mendaur ulang barang bekas, dan memantau jentik nyamuk.

Dia mengatakan penyebabDBDkarena faktor lingkungan yang kurang bersih sehingga memberikan kemudahan nyamuk berkembang biak.

"Oleh karena itu, setelah diberikan sosialisasi ini, semua lapisan masyarakat di wilayahnya masing-masing, bahwa penyakit DBD bisa dicegah dengan pengelolaan lingkungan yang lebih baik," katanya.

Juanedi Wibowo mengatakan saat ini perlu memutus anggapan pada masyarakat bahwa salah satu penanggulangan DBDdengan pengasapan menggunakan bahan insektisida untuk membunuh nyamuk, khususnya pembawa (vektor) penyakit itu.

Tindakan penanggulangan DBDdengan pengasapan, kata dia, hanya membunuh nyamuk dewasa tetapi untuk larva, telur, atau jentik nyamuk masih bisa berkembang menjadi nyamuk dewasa.

Dia menjelaskan salah satu terapi terbaru dari pencegahan DBD, di mana apabila orang tersebut terkena pada level demam berdarah (DB) saja saatini sudah ada vaksin DBD.

Hanya saja, kata dia, vaksin tersebut belum ada izin resmi penggunaan dari Kementerian Kesehatan yang diberikan pada masa-masa tertentu.

"Yang menjadi permasalahan sampai sekarang belum spesifik, vaksin DBD itu digunakan untuk masyarakat Indonesia karena begitu cepatnya virus itu berkembang biak dan melakukan mutasi, sehingga hal inilah yang menjadi keterbatasan mengapa vaksin tersebut belum bisa dilegalkan untuk pencegahan seperti pada masa pandemi COVID-19," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.