Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Masih Banyak Desa yang Belum Dijangkau Internet

📅 Selasa, 20 Jun 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Masih Banyak Desa yang Belum Dijangkau Internet Doc: AKUN INSTAGRAM PRESIDEN JOKOWI
Ket. MENJANGKAU JARINGAN INTERNET DAERAH TERLUAR, TERPENCIL, DAN TERTINGGAL I Satelit Republik Indonesia 1 (Satria-1) diluncurkan dari Florida, AS, pada Minggu (18/6) waktu setempat atau Senin (19/6) pukul 05.21 WIB. Tujuan utama dibangunnya Satria-1 untuk memperbaiki kekurangan konektivitas terhadap layanan publik pemerintahan di seluruh Indonesia, terutama daerah terluar, terpencil, dan tertinggal (3T). Keberadaan proyek ini juga akan mendukung transformasi ekonomi digital bagi wilayah yang belum terjangkau jaringan internet.

» Sekitar 52 juta pengguna internet masih terpusat di Jawa dan Bali.

» Indonesia harus melakukan pembenahan melalui upgrade skill SDM agar "melek" digital.

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa Satelit Republik Indonesia 1 (Satria-1) yang baru saja diluncurkan sebagai upaya pemerintah dalam pemerataan pembangunan infrastruktur digital pelayanan publik.

"Peluncuran Satria-1 adalah salah satu upaya kita dalam pemerataan pembangunan infrastruktur digital di pusat pelayanan publik di seluruh Indonesia," kata Presiden dalam unggahan melalui laman Instagram resmi, @jokowi, pada Senin (19/6).

Dalam unggahan tersebut menyematkan video berdurasi sembilan menit 32 detik yang memperlihatkan detik-detik peluncuran Satria-1 ke angkasa dari Florida, Amerika Serikat (AS).

Satria-1 diluncurkan dari Cape Canaveral Space Force Station, Florida, menggunakan roket Falcon 9 milik Space Exploration Techonogies Corporation (SpaceX) pada Minggu (18/6) pukul 18.21 waktu setempat atau Senin pukul 05.21 WIB.

Satria-1, kata Presiden, merupakan satelit multifungsi pertama milik pemerintah dengan kapasitas terbesar di Asia.

"Satelit ini akan menempati orbit 146 derajat BT (bujur timur, red) tepat di atas Papua," demikian takarir unggahan Presiden seperti dikutip Antara.

Tujuan utama dibangunnya Satria-1 untuk memperbaiki kekurangan konektivitas terhadap layanan publik pemerintahan di seluruh Indonesia, terutama daerah terluar, terpencil, dan tertinggal (3T). Keberadaan proyek ini juga akan mendukung transformasi ekonomi digital bagi wilayah yang belum terjangkau jaringan internet.

Masih Ada Gap

Menanggapi peluncuran satelit multifungsi itu, pengamat ekonomi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, mengatakan dengan mengudaranya Satria-1 menandakan sudah ada perkembangan. Sebab, digital infrastructure saat ini masih ada gap antara Pulau Jawa dan luar Jawa.

Ia menyebut masih banyak desa di luar Pulau Jawa yang belum dijangkau sinyal internet. Sekitar 52 juta pengguna internet masih terpusat di Jawa dan Bali, kemudian 18,6 juta di Sumatera, di Sulawesi 7,3 juta, lalu Kalimantan 4,2 juta, sementara Nusa Tenggara, Papua, dan Maluku 5,9 juta. "Jadi, adanya Satria-1 diharapkan bisa mengurangi ketimpangan digital di Indonesia," kata Esther.

Namun demikian, Indonesia, kata Esther, masih harus melakukan pembenahan terutama dalam upgrade skill sumber daya manusia (SDM) agar "melek" digital. "Artinya, literasi digital tetap harus ditingkatkan," kata Esther.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Nasional
Petugas SAR Evakuasi Korban...
Nasional
Penajam Siapkan  Kawasan In...

TNI Diharapkan Makin Profesional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
TNI Diharapkan Makin Profes...
Advertisement
Drama VAR dan Penalti, Atletico Madrid Pecundangi Real Madrid di Laga Derby Membara!

Drama VAR dan Penalti, Atletico Madrid Pecundangi Real Madrid di Laga Derby Membara!

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.