Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mahasiswa UGM Kembangkan Piring Pemorsian Makanan Cegah Penyakit Tidak Menular

📅 Rabu, 17 Jul 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mahasiswa UGM Kembangkan Piring Pemorsian Makanan Cegah Penyakit Tidak Menular Doc: ANTARA/HO-UGM
Ket. Lima mahasiswa UGM mengembangkan piring pemorsian yang terintegrasi dengan web untuk mengatasi penyakit tidak menular.

Yogyakarta - Lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan sebuah inovasi piring pemorsian yang terintegrasi dengan web untuk mengatasi penyakit tidak menular (PTM) melalui pola makan sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan.

"Melalui pembuatan ini, sangat besar harapan tim mahasiswa UGM untuk turut berkontribusi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, dan sebagai langkah preventif kita bersama untuk mengatasi PTM melalui pola makan yang sehat," ujar mahasiswi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM Lia Hanifah di Yogyakarta, Selasa.

Selain Lia Hanifah, mahasiswa UGM yang mengembangkan Piring Pemorsian tersebut yakni Annisa Usfatun Khasanah, Siti Fadilah Noviyanti (FK-KMK), dan Ullen Sentalu Tjinta Laras (Fakultas Peternakan), serta Ghifari Nafhan Muhammad Zhafarizza (Sekolah Vokasi).

Mereka mengembangkan Piring Pemorsian pada Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) UGM yang berhasil mendapatkan hibah pendanaan dari Kemendikbudristek.

Selaku ketua Tim PKM-K UGM Piring Pemorsian, Lia menjelaskan ide piring pemorsian bernama "NutriPlate" ini bermula dari kekhawatiran akan penyakit tidak menular (PTM) yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Menurut dia, muncul rasa kekhawatiran terhadap masyarakat Indonesia karena sebagian besar dari mereka belum paham mengenali pemorsian yang tepat.

"Lantaran masih banyak orang yang kurang mengkonsumsi sayur dan buah. Padahal, bagian penting penyebab dari penyakit tidak menular adalah tidak terjaganya pola makan yang sehat," ujar dia.

Lia menambahkan angka PTM terus mengalami peningkatan setiap tahunnya yang dapat ditemui saat berkunjung ke rumah sakit dengan adanya antrean panjang masyarakat untuk mendapatkan pengobatan.

"Kita sangat prihatin ketika mengamati kebanyakan orang mengonsumsi makanan yang secara keseluruhan tidak mengandung sayur dan buah. Apalagi sebagai anak indekos sering terlena dengan makanan yang ada dan enak-enak," ucap dia.

Lia menejelaskan Piring Pemorsian ini memiliki empat variasi, yaitu normal plate, diabetes plate, obese plate, dan athlet plate agar konsumen lebih mudah menentukan sesuai kondisi masing-masing.

Panduan pemorsian yang digunakan yaitu berdasarkan pedoman gizi seimbang yang dibuat oleh Kemenkes (Isi Piringku), kemudian dikembangkan ke dalam berbagai variasi agar lebih memudahkan konsumen sekaligus menyesuaikan dengan kondisi tubuh konsumen.

"Tentu saja pembuatan produk Piring Pemorsian ini telah melalui riset literatur dan melakukan konsultasi pada ahli gizi berkualifikasi (dietitian) di FK-KMK UGM," ujar dia.

Annisa Usfatun Khasanah salah satu anggota tim menambahkan NutriPlate juga mengusung integrasi dalam web yang memungkinkan konsumen untuk mendapatkan edukasi gizi yang akurat. Dalam web, kata dia, terdapat berbagai fitur seperti konten edukasi, menghitung BMI, menu makan konsultasi, dan scanner estimasi kalori.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.