Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lulus tanpa Skripsi Tidak Berarti Lebih Mudah

📅 Sabtu, 02 Sep 2023, 01:01 WIB | Oleh:
Lulus tanpa Skripsi Tidak Berarti Lebih Mudah Doc: istimewa
Ket. Pengamat pendidikan, Indra Charismiadji

JAKARTA - Pengamat pendidikan, Indra Charismiadji, menyebut skripsi yang tak lagi diwajibkan sebagai syarat kelulusan mahasiswa S1 tidak akan membuat lulus dari perguruan tinggi menjadi lebih mudah. Sebab, mahasiswa tetap mesti membuat suatu karya.

"Tapi kan belum tentu seperti itu (lulus mudah). Kan membuat sesuatu itu enggak bisa cuma alat," ujar Indra, dalam diskusi pendidikan, di Jakarta, Jumat (1/9).

Dia mengatakan, level sarjana harus memiliki kemampuan berinovasi. Mahasiswa mesti mampu melakukan penciptaan kebaruan dan ide baru.

Indra menilai, mahasiswa tingkat akhir yang mengerjakan suatu karya maupun proyek tetap harus membuat narasi layaknya skripsi. Menurutnta, tetap mesti ada penjelasan tertulis dari apa yang dikerjakan.

"Harus ada paper akademisnya, harus ada narasinya ini apa, kenapa bisa seperti itu, mengapa ada alat ini. Bukan cuma barang jadi tapi enggak tahu dasarnya apa. Karena di sini kita bicara lingkup akademis," jelasnya.

Kualitas Lulusan

Dia mengungkapkan, saat ini sudah banyak kampus tak lagi mensyaratkan skripsi kepada calon lulusan. Menurutnya, apa pun syarat lulusnya, mahasiswa yang dihasilkan mesti dipastikan berkualitas.

"Bukan berarti skripsi tidak diwajibkan, lantas membuat mahasiswa senang. Apakah dengan mahasiswa senang, kita akan punya manusia yang unggul? Kita akan punya generasi masa depan yang cerdas atau tidak, itu," tandasnya.

Sebagai informasi, Mendikbudristek Nadiem Makarim telah menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Peraturan baru tersebut menyatakan bahwa skripsi, tesis, dan disertasi, tidak lagi menjadi syarat wajib kelulusan dan kampus memiliki otonomi tersendiri untuk menentukan apakah tetap menggunakan skripsi, proyek, atau prototipe.

Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Ova Emilia memastikan kebijakan pemerintah yang tidak menjadikan skripsi sebagai satu-satunya tugas akhir dan syarat kelulusan di jenjang S1 tidak akan menurunkan kualitas pendidikan tinggi. Menurutnya, selama ini skripsi dipahami sebagai satu-satunya bentuk tugas akhir mahasiswa, padahal sejatinya dapat pula diwujudkan dalam berbagai bentuk karya sesuai dengan kompetensi program studi yang digeluti.

"Bahwa dalam suatu pendidikan tinggi harus ada karya akhir, karya akhir itu bisa dalam bentuk apa saja, salah satunya adalah skripsi. Bisa juga dalam bentuk 'report', 'project'," ucapnya.

Dia memastikan, UGM masih akan melakukan kajian internal terkait implementasi dari aturan baru tersebut. Pembahasan akan menggunakan pendekatan partisipatif dari program studi dan fakultas.

"Ini kan transisinya ada dua tahun. Keputusannya adalah keputusan di senat akademik yang tentunya akan didiskusikan. Jadi saya kira kita akan kaji hal tersebut dan diputuskan dalam forum senat akademik," terangnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.