Lintas Penyeberangan Jangkar-Lembar Dongkrak Perekonomian Jawa-Lombok
📅 Jumat, 19 Jan 2024, 16:06 WIB | Oleh: Mohammad Zaki Alatas
Doc: Istimewa
JAKARTA - Sejak beroperasi permanen layanan ferry jarak jauh (LDF) di lintasan penyeberangan Jangkar (Situbondo)-Lembar (Nusa Tenggara Barat) terus meningkatkan kelancaran konektivitas dan sektor logistik, serta terus mendorong perekonomian wilayah Jawa-Lombok.
Berdasarkan hasil Rapat Evaluasi dan Optimalisasi Layanan Penyeberangan Lintas Jangkar-Lembar pada 5 Januari 2024, serta mengacu pada Surat Direktur Transportasi SDP perihal Pemberitahuan Pengalihan Pelayanan Tujuan Pelabuhan Lembar (NTB) dari sebelumnya Ketapang - Lembar selama periode Angkutan Natal dan Tahun Baru 2023/2024, maka ditetapkan layanan penyeberangan lintas Jangkar-Lembar resmi beroperasi secara permanen mulai 7 Januari 2024.
Pengamat transportasi dari Institut Teknologi Sumatera, IB Ilham Malik mengungkapkan bahwa pengalihan layanan dari Ketapang - Lembar menjadi Jangkar - Lembar dapat memberikan keuntungan bagi berbagai pihak.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Banyak keuntungan yang dapat diperoleh dengan adanya perubahan layanan operasional tersebut, khususnya untuk kendaraan angkut logistik yang dari jalur utara dimana transport cost diharapkan menjadi jauh lebih murah dengan menghemat penggunaan bbm, kerusakan ban, dan biaya tambahan lainnya," kata Ilham dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/1).
Ilham juga menyoroti bahwa hal ini dapat mengurangi beban pelabuhan yang biasanya mengalami mix traffic, dimana terdapat beberapa kendaraan yang mampu memicu terjadinya antrean di pelabuhan.
"Dengan adanya pengalihan layanan tujuan NTB yang didominasi kendaraan logistik melalui Jangkar, maka layanan di Pelabuhan penyeberangan Ketapang bisa difokuskan untuk kendaraan kecil penumpang," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sedangkan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Indonesian National Ferry Owner Association (DPP INFA) J.A Barata mengatakan bahwa pihaknya mendukung optimalisasi layanan ferry dari Jangkar-Situbondo menuju Lembar, NTB.
"Ini kan sebagai dukungan terhadap komitmen Pemerintah yang terus mendorong peningkatan perekonomian daerah dan nasional, pengembangan kawasan wisata, dan juga peningkatan ekonomi di kedua wilayah Provinsi tersebut," ujarnya.
Namun demikian, Barata berharap agar level of service di Pelabuhan Jangkar juga dapat terus ditingkatkan, khususnya demi terpenuhinya kelancaran, ketertiban dan keselamatan dalam pelayanan penyeberangan yang diberikan, termasuk oleh seluruh operator kapal yang melayani.
"Perlu dijaga juga pelayanan di lapangan, terutama konsisten pengaturan first in first out kendaraan. Ini penting supaya tidak ada yang namanya antrian ataupun kepadatan yang terjadi di pelabuhan. Jika muatan siap, dan kapal siap, segera berangkat. Maka, layanan dapat berjalan lancar dan tepat jadwal," tuturnya.
Sebelumnya, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan kesiapan dalam mendukung pengalihan layanan penyeberangan Jangkar-Lembar.
Pengalihan ini dilakukan dalam rangka mengurangi kepadatan, kelancaran trafik dan mengurangi beban jalan akibat kendaraan angkutan barang yang melewati jalan nasional serta kawasan wisata yang berada pada Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Banyuwangi. Selain itu juga sebagai langkah antisipasi bangkitan ekonomi yang berpotensi akan meningkat dengan signifikan menyusul telah tersambungnya akses Tol Purbowangi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!