Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

KUR Jadi Senjata Andalan: Mampukah Dorong Ekonomi RI Capai Target 5,2%?

📅 Rabu, 05 Nov 2025, 18:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
KUR Jadi Senjata Andalan: Mampukah Dorong Ekonomi RI Capai Target 5,2%? Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi - Program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

JAKARTA – Pemerintah menyatakan optimisme bahwa perekonomian Indonesia masih berada di jalur yang tepat untuk mencapai target pertumbuhan sebesar 5,2 persen (yoy) sepanjang 2025.

Keyakinan ini didukung oleh stabilitas makroekonomi, penguatan konsumsi domestik, serta realisasi investasi yang tetap solid di tengah dinamika global.

Selain itu, kebijakan fiskal dan moneter yang sinergis diharapkan mampu menjaga momentum pemulihan dan mendorong produktivitas sektor-sektor strategis, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat terjaga secara berkelanjutan.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pertumbuhan sepanjang tahun akan ditopang oleh program stimulus fiskal, Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga KUR Perumahan, yang dampaknya akan terlihat pada kuartal IV-2025.

“Upaya kita perlu lakukan di kuartal IV-2025. Itu kita harus tingkatkan lagi ekonomi supaya angka rata-rata 5,2 persen bisa dicapai,” ujar Menko Airlangga dalam wawancara cegat di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (5/11).

Menko Airlangga menjelaskan, pemerintah telah menggelontorkan dana bantuan sosial (bansos) mencapai Rp30 triliun, yang mana dampaknya akan mulai terlihat pada kuartal IV-2025.

Selain itu, lanjutnya, terdapat program stimulus tambahan dari pemerintah senilai Rp30 triliun, serta program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dananya siap digelontorkan mencapai Rp50 triliun.

“Kemarin kita sudah tanda tangan akad untuk 800.000 KUR. Nah 800.000 itu kalau rata-rata Rp50 juta (per KUR), berarti total Rp40 triliun. Jadi, sejalan dengan Rp50 triliun yang kita mau gelontorkan,” ujar Menko Airlangga.

Lebih lanjut, Ia mengingatkan bahwa pemerintah juga mendorong program KUR Perumahan yang nilainya ditargetkan mencapai Rp130 triliun.

“Dan yang untuk supply side (sisi penawaran) itu diberikan Rp117 triliun. Dan dari Rp117 triliun itu kan platformnya bisa sampai Rp20 miliar. Jadi, dorongan dari sektor perumahan itu akan mendorong PMTB (Pembentukan Modal Tetap Bruto),” ujar Airlangga.

Dalam kesempatan ini, Menko Airlangga memastikan perekonomian Indonesia masih solid hingga kuartal III-2025, yang mana masuk peringkat ketiga di antara negara anggota G20.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh 5,04 persen (yoy) pada kuartal III-2025, dengan PDB atas dasar harga konstan mencapai Rp3.444,8 triliun, naik dari Rp3.279,5 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara kuartalan, perekonomian Indonesia tumbuh 1,43 persen quartal on quartal (qoq) pada kuartal III- 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.