Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kunjungi Beijing, Mendag Australia Ingin Perbaiki Hubungan Dagang dengan Tiongkok

📅 Kamis, 11 Mei 2023, 15:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kunjungi Beijing, Mendag Australia Ingin Perbaiki Hubungan Dagang dengan Tiongkok Doc: Taipei Times/EPA EFE
Ket. Menteri Perdagangan dan Pariwisata Australia Don Farrell (kiri) berbicara dengan Menteri Perdagangan Tiongkok Wang Wentao dalam sebuah konferensi virtual di Gedung Parlemen di Canberra pada Februari 2023.

SYDNEY - Menteri Perdagangan Australia Don Farrell hari ini mengunjungi Beijing guna bertemu dengan Menteri Perdagangan Tiongkok Wang Wentao untuk mendorong penghapusan hambatan dalam perdagangan dan menguatkan hubungan diplomatik.

Farrell menyatakan sangat mendukung dimulainya lagi ekspor tanpa hambatan ke Tiongkok untuk semua sektor perdagangan Australia demi kepentingan kedua negara dan kepentingan para eksportir serta produsen Australia.

Kedua menteri itu juga akan memimpin sebuah komisi ekonomi bersama yang pertama kali diadakan pada 1986 namun ditangguhkan sejak 2017 ketika hubungan kedua negara memburuk karena perselisihan diplomatik.

Tiongkok adalah mitra dagang terbesar Australia yang nilai perdagangan antara keduanya pada 2022 mencapai 267 miliar dolar Australia (Rp2.661 triliun), khususnya ekspor bijih besi. Bijih besi merupakan produk ekspor yang sulit didapatkan Tiongkok dari pihak selain Australia.

Sejak 2019 belum pernah ada menteri perdagangan Australia yang mengunjungi Tiongkok.

Ekspor minuman anggur, daging sapi, barli, batu bara, makanan hasil laut, dan kayu Australia ke Tiongkok mengalami tekanan karena dibatasi Tiongkok pada 2020. Seorang jurnalis Australia Cheng Lei ditahan di Beijing dengan dalih keamanan nasional, setelah Australia menyerukan penyelidikan internasional tentang asal-usul Covid-19 yang membuat murka Tiongkok.

Australia sebelumnya melarang perusahaan raksasa telekomunikasi Tiongkok Huawei berbisnis dalam jaringan 5G Australia dengan alasan keamanan nasional.

Hubungan diplomatik antara kedua negara yang saat itu memanas kini mereda sejak pemerintahan partai Buruh Australia terpilih pada Mei 2022, sekalipun kebijakan investasi asing belum begitu berubah akibat masalah keamanan nasional.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Inggris pekan lalu mengatakan pemerintahannya "tak terlibat dalam retorika bernada menghasut" mengenai Tiongkok.

Bulan lalu Australia menangguhkan keluhannya terhadap tarif barli Tiongkok di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) ketika saat itu sebuah panel WTO menyatakan akan melaporkan temuannya. Langkah itu membuat Tiongkok memperoleh waktu untuk meninjau bea 80,5 persen yang diberlakukan pada 2020.

"Pemerintah Australia senang karena sudah ada sejumlah perkembangan perdagangan yang positif, termasuk dilanjutkannya perdagangan batu bara, kapas, dan tembaga dan sikap setuju Tiongkok untuk mempercepat peninjauan terhadap bea barli Australia," kata Farrell.

Menurut data bea cukai Australia, Australia mengekspor bijih tembaga dan konsentrat senilai sekitar 40 juta dolar AS (Rp589,4 miliar) yang menunjukkan harapan industri untuk berlanjutnya lagi perdagangan.

Dia juga berjanji mengangkat "isu-isu lain penting untuk warga Australia" yang kemungkinan merujuk kasus hak asasi manusia.

Albanese pernah mengatakan pemerintahannya akan terus mengangkat kasus Cheng yang ditahan do Beijing sampai 1.000 hari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pelaksanaan program penghapusan bentor

10 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.