Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kuala Semakin Dangkal, Nelayan Lhok Kuala Daya Terpaksa Henti Melaut

📅 Kamis, 09 Okt 2025, 05:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kuala Semakin Dangkal, Nelayan Lhok Kuala Daya Terpaksa Henti Melaut Doc: Antara Foto
Ket. Satu unit boat nelayan tersangkut akibat kondisi Kuala Daya, Lamno yang dangkal,

Nelayan di wilayah Lhok Kuala Daya, Lamno, Kabupaten Aceh Jaya tidak dapat melaut akibat dangkalnya kuala pelabuhan perikanan setempat.

"Kondisi ini sudah sangat memprihatinkan, apalagi ekonomi utama masyarakat setempat adalah melaut," kata Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Aceh, Azwar Anas, di Aceh Jaya, Rabu.

Azwar mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima dari Panglima Laot (lembaga adat nelayan Aceh) Lhok Kuala, jumlah nelayan di wilayah kecamatan tersebut mencapai ratusan orang. Kondisi ini sangat mempengaruhi ekonomi masyarakat di sana.

Para nelayan, kata dia, sangat mengharapkan uluran tangan pemerintah untuk membangun tanggul pemecah ombak dan melakukan pengerukan kuala agar akses menuju laut kembali lancar.

"Persoalan dangkalnya kuala ini bukan hal baru, setiap tahun selalu terjadi, namun hingga kini pemerintah terkesan menutup mata," ujarnya.

Seharusnya, lanjut Azwar, dengan besarnya dana otonomi khusus (otsus) Aceh, pemerintah bisa memperhatikan nasib nelayan kecil yang selama ini menjadi pahlawan pangan bagi masyarakat.

"Kami berharap Gubernur Aceh dapat menunjukkan kepedulian nyata terhadap nelayan kecil atau nelayan tradisional yang kini sedang kesulitan," katanya.

Dia juga menjelaskan, dalam beberapa bulan terakhir sudah banyak nelayan yang mengalami musibah akibat dangkalnya kuala.

Sebaiknya Anda baca juga:

"Karena itu, kita harapkan juga kepada wakil rakyat di parlemen dapat memperjuangkan anggaran terhadap pemberdayaan masyarakat nelayan, termasuk bantuan sarana dan prasarana penunjang kegiatan melaut," tegas Azwar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan Aceh Jaya, Ridwan membenarkan salah satu mata pencaharian masyarakat di wilayah Lhok Kuala Daya, Lamno dari sektor perikanan.

Terkait hal ini, kata dia, Pemerintah Aceh Jaya sudah menyiapkan DED (Detail Engineering Design) untuk pembangunan PPI Lhok Kuala Daya tersebut, dan salah satu poinnya adalah pembangunan breakwater (pemecah ombak).

Ia menyebutkan, memang sebelumnya di lokasi tersebut sudah memiliki breakwater, tetapi lebih pendek, sehingga cepat membuat kuala kembali dangkal, dan terjadi begitu cepat.

"Untuk itu, kita harap nantinya cepat terealisasi pembangunan breakwater tersebut, sehingga aktivitas nelayan di sana bisa kembali berjalan lancar," demikian Ridwan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK terkait Kasus Dugaan Korupsi di Lingkungan Ditjen Imigrasi

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK terkait Kasus Dugaan Korupsi di Lingkungan Ditjen Imigrasi

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.