Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

KSAU ke Prancis untuk Pelajari Pesawat Tempur Rafale

📅 Jumat, 28 Jun 2024, 17:05 WIB | Oleh:
KSAU ke Prancis untuk Pelajari Pesawat Tempur Rafale Doc: ANTARA/HO-Humas TNI AU
Ket. KSAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono meninjau pesawat tempur Rafale di Safran Aircraft Engines, Prancis, Senin (24/6).

JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono beserta jajaran TNI AU mendatangi Safran Aircraft Engines, Moissy Cramayel, Prancis untuk mempelajari teknis penggunaan mesin pesawat tempur Rafale.

Dalam siaran pers resmi TNI AU yang diterima ANTARA di Jakarta, Jumat, dijelaskan bahwa penjelasan teknis yang dilakukan perusahaan Safran Aircraft Engines merupakan bagian penting yang harus dilakukan agar konsumen bisa mengetahui tata cara dan perawatan mesin pesawat tempur Rafale.

Tidak hanya itu, TNI AU selaku konsumen juga akan mendapatkan penjelasan soal kapasitas mesin dan jenis teknologi yang dimiliki mesin Rafale.

Sebelumnya, Tonny juga sempat meninjau langsung pesawat tempur Rafale di Prancis pada Senin (24/6) lalu.

Dalam kunjungan itu, Tonny melihat secara langsung kerja sistem simulator Rafale dan melihat proses manufaktur pesawat di fasilitas produksi Dassault Aviation.

Dengan adanya peninjauan dan pembelajaran mesin pesawat Rafale ini, Tonny yakin pesawat tempur tersebut akan digunakan secara maksimal oleh jajaran penerbangan TNI AU untuk memperkuat pertahanan udara Indonesia.

Kementerian Pertahanan RI resmi memborong 42 jet tempur Rafale buatan Dassault Aviation Prancis, setelah kontrak pembelian tahap ketiga untuk 18 unit terakhir efektif, pada pekan ini.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha saat dihubungi di Jakarta, Selasa, menyampaikan kontrak efektif itu menjadi dasar Dassault Aviation mulai memproduksi 18 unit terakhir jet tempur Rafale pesanan Indonesia.

""Kemhan RI sebelumnya telah mengefektifkan kontrak pengadaan kontrak pengadaan tahap pertama dengan Dassault Aviation pada September 2022 sejumlah enam unit, dan Agustus 2023 sejumlah 18 unit. Totalnya, pengadaan pesawat tempur Rafale oleh Kementerian Pertahanan RI berjumlah 42 unit," kata Edwin, Selasa (9/1).

Dia menyebut pesawat Rafale pertama pesanan Indonesia dijadwalkan tiba di tanah air pada awal 2026.

"Kedatangan pesawat tempur Rafale beserta persenjataan dan perangkat pendukungnya dalam beberapa tahun mendatang diharapkan akan meningkatkan kekuatan dan kesiapan TNI Angkatan Udara secara signifikan dalam menjaga kedaulatan negara di udara," kata Karo Humas Setjen Kemhan RI ini.

Dalam siaran resminya, Dassault Aviation juga mengumumkan kontrak pembelian Rafale tahap ketiga efektif pada 8 Januari 2023. Direktur Utama (CEO) Dassault Aviation Eric Trappier menyampaikan Indonesia resmi memborong 42 jet tempur buatan Prancis itu.

"Kami berkomitmen penuh untuk memastikan kemitraan ini yang dapat terjalin dalam jangka panjang berhasil," tutur Eric

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.