Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Konstruksi Argumen Manusia Merupakan Pembeda terhadap Kecerdasan Buatan

📅 Rabu, 24 Apr 2024, 00:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Konstruksi Argumen Manusia Merupakan Pembeda terhadap Kecerdasan Buatan Doc: ANTARA/Adimas Raditya
Ket. Tangkapan layar Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria dalam webinar 'Transformasi Digital Menuju Indonesia Emas' yang dipantau di Jakarta, Selasa (23/4/2024).

Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria mengungkapkan bahwa konstruksi argumen yang berasal dari pemikiran manusia merupakan sebuah pembeda terhadap produk pemikiran yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

"Pada akhirnya nanti, saya kira konstruksi argumen itu yang menjadi orisinalitas yang menjadi bagian dari kerja intelektual manusia melawan mesin," kata Nezar dalam webinar 'Transformasi Digital Menuju Indonesia Emas' yang dipantau di Jakarta, Selasa.

Nezar menjelaskan, dunia saat ini tengah berlomba-lomba dalam pengembangan AI, di mana platform digital yang ada tengah bergerak mengembangkan AI sampai level selanjutnya yang biasa disebut artificial general intelligence (AGI).

Ia menyebut, kehadiran AGI terus dibahas oleh orang-orang penting di dunia digital dan teknologi seperti Pendiri Meta, Mark Zuckerberg. Menurut Mark, Meta akan menguasai AGI dalam waktu 3 tahun ke depan.

Sementara itu, Google dan platform-platform sejenis juga menyatakan hal serupa.

Wamenkominfo menyampaikan, AGI merupakan pengembangan AI tingkat selanjutnya yang proses kerjanya hampir tidak membutuhkan peran manusia.

Menurut dia, AGI adalah AI yang bisa bergerak, berkomunikasi, dan level ketergantungannya dengan manusia bisa sangat minim. Dengan kata lain, AGI dikembangkan untuk bisa meniru otak manusia bekerja.

Untuk itu, ia mengimbau agar masyarakat, khususnya para pelajar dan mahasiswa untuk tidak ketergantungan dengan bantuan AI.

"Jangan sering-sering pakai karena sudah ada program yang mendeteksi sebuah tugas dan essay menggunakan bantuan AI atau tidak. Boleh pakai tapi harus jujur, mana yang diolah AI dan mana yang konstruksi argumen kita sendiri," ujarnya.

Lebih lanjut Nezar menyampaikan bahwa pemerintah bersama para pemangku kepentingan terus mengupayakan transformasi digital yang inklusif bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Adapun pemerataan teknologi digital di seluruh wilayah Indonesia dinilai akan berdampak positif pada kemajuan negara.

Berdasarkan survei, sektor telekomunikasi, teknologi, dan jasa keuangan menjadi sektor yang mengadopsi transformasi digital paling tinggi. Diikuti oleh sektor industri barang konsumen, kesehatan, asuransi, energi, dan sektor publik lainnya.

"Inklusivitas ini penting sekali supaya ada kesetaraan. Alhamdulillah di Indonesia hampir 90 persen wilayah ini tercover dengan jaringan 2G dan 4G. Sementara penetrasi internet menurut APJII mencapai 80 persen dari populasi masyarakat," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.