Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Konsep Propulsi Radikal NASA Bisa Capai Ruang Antarbintang Lebih Cepat

📅 Senin, 27 Mar 2023, 06:15 WIB | Oleh:
Konsep Propulsi Radikal NASA Bisa Capai Ruang Antarbintang Lebih Cepat Doc: Istimewa

Setelah menjelajah luar angkasa, Voyager 1 dan Voyager 2 baru mencapai ruang antarbintang setelah 25 tahun. Untuk mengatasi kelemahan ini NASA mengembangkan konsep propulsi balok pelet yang dapat mencapai ruang antarbintang dalam waktu 5 tahun.

Sebuah sistem propulsi yang baru diusulkan secara teoritis, dapat mengirimkan pesawat luar angkasa yang berat ke luar batas tata surya dalam waktu kurang dari 5 tahun. Konsep yang dikenal sebagai propulsi sinar pelet (pellet-beam) dianugerahi hibah NASA tahap awal sebesar 175.000 dollar AS untuk pengembangan lebih lanjut awal tahun ini.

Peneliti utama di balik konsep tersebut, insinyur kedirgantaraan Artur Davoyan dari University of California, Los Angeles, mengatakan bahwa konsepnya saat ini tidak ada di luar perhitungan di atas kertas. Oleh karenanya ia bisa terlalu bersemangat untuk menjelaskannya.

Namun apa yang disampaikan Davoyan tetap saja, menarik perhatian bukan hanya karena potensinya untuk membawa manusia ke ruang antar bintang (interstellar) dalam masa hidup manusia. Cara ini tidak bisa dilakukan oleh roket tradisional berbahan bakar kimia, apalagi NASA akan melakukannya dengan pesawat yang lebih besar.

"Konsep ini mengkaji arsitektur propulsi baru untuk transit cepat muatan berat (1 ton dan lebih) melintasi tata surya dan ke medium antarbintang," jelas Davoyan dikutip dari Live Science.

Konsep sinar pelet sebagian terinspirasi oleh inisiatif Breakthrough Starshot, yang bekerja pada sistem propulsi layar ringan (light sail). Dengan bantuan jutaan laser, sebuah wahana kecil secara teoritis dapat berlayar ke bintang tetangga Proxima Centauri hanya dalam 20 tahun.

Proxima Centauri adalah bintang katai merah yang terletak sejauh 4,2 tahun cahaya dari Bumi. Bintang yang terletak di rasi bintang Centaurus ditemukan pada 1915 oleh Robert Innes, Direktur Observatorium Union di Afrika Selatan.

Konsep baru dimulai dengan ide serupa melemparkan bahan bakar ke roket alih-alih meledakkannya, tetapi ini melihat cara menggeser objek yang lebih besar. Lagi pula, wahana kecil belum tentu yang dibutuhkan jika suatu hari manusia ingin menjelajahi dunia di luar tata surya sendiri.

Untuk bekerja, sistem propulsi konseptual membutuhkan dua pesawat luar angkasa, satu yang berangkat ke ruang antarbintang dan satu lagi yang pergi ke orbit di sekitar Bumi. Pesawat ruang angkasa yang mengorbit Bumi akan menembakkan seberkas partikel mikroskopis kecil ke pesawat luar angkasa antarbintang.

Partikel-partikel itu akan dipanaskan oleh laser, menyebabkan sebagiannya meleleh menjadi plasma. Plasma ini bertugas mempercepat pelet lebih jauh, sebuah proses yang dikenal sebagai ablasi laser.

Pelet tersebut dapat mencapai kecepatan 120 kilometer per detik. Dengan menabrak layar pesawat luar angkasa antarbintang atau menolak magnet di dalamnya, hal ini membantu mendorong pesawat ruang angkasa ke kecepatan tinggi yang akan membuatnya melesat keluar dari heliosfer ke gelembung angin Matahari di sekitar tata surya.

"Dengan sinar pelet, planet luar dapat dicapai dalam waktu kurang dari satu tahun, 100 dalam waktu sekitar 3 tahun dan lensa gravitasi Matahari pada 500 AU dalam waktu sekitar 15 tahun," tutur Davoyan.

AU yang merupakan singkatan dari astronomical unit, secara kasar mewakili jarak antara Bumi dan Matahari, atau sekitar 150 juta kilometer. Voyager 1 membutuhkan waktu 35 tahun perjalanan untuk mencapai ke ruang antarbintang pada 2012, sekitar 122 AU jauhnya.

Voyager 1 diluncurkan pada tanggal 5 September 1977 dan Voyager 2 diluncurkan lebih awal yaitu pada tanggal 20 Agustus 1977. Pada 25 Agustus 2012, Voyager 1 terbang melampaui heliopause dan memasuki ruang antarbintang, menjadikannya objek buatan manusia pertama yang menjelajahi wilayah baru ini. Saat itu, jaraknya sekitar 122 AU, atau sekitar 18 miliar kilometer dari Matahari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

18 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

23 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.