Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Komnas Perempuan Peringati 25 Tahun Reformasi di TPU Pondok Rangon

📅 Sabtu, 13 Mei 2023, 12:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Komnas Perempuan Peringati 25 Tahun Reformasi di TPU Pondok Rangon Doc: ANTARA/Sean Filo Muhamad
Ket. Suasana acara Peringatan 25 Tahun Reformasi yang diadakan oleh Komnas Perempuan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta, Sabtu (13/5/2023).

JAKARTA - Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan atau Komnas Perempuan pada Sabtu (13/5) mengadakan acara peringatan 25 tahun reformasi di Taman Pemakaman Umum Pondok Ranggon, Jakarta.

"Dalam 25 tahun reformasi, Komnas Perempuan turut mengadakan peringatan peristiwa ini sebagai pelajaran terbaik agar tidak terulang kembali," kata Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani.

Andy mengatakan bahwa Komnas Perempuan memberikan perhatian pada upaya Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) memverifikasi 85 kasus kekerasan seksual terjadi pada Mei 1998, termasukdi antaranya 52 kasus pemerkosaan.

Menurut dia, Komnas Perempuan bersama para aktivis pembela hak asasi manusia, keluarga korban, dan penyintas berupaya memastikan perkara-perkaratersebut ditindak lanjuti.

Dia juga mengemukakan bahwa peringatan 25 tahun reformasi menjadi spesial karena bersamaan dengan peringatan satu tahun Undang Undang tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, yang penyusunannya antara lain dilakukan berdasarkan pengalaman korban peristiwa Mei 1998.??????
Andy berharap masyarakat bergerak bersama untuk mendukung upaya pemenuhan hak-hak korban peristiwa Mei 1998.

Aksi massa berujung kerusuhan yang terjadi pada 13 sampai 15 Mei 1998 di Ibu Kota Jakarta dan beberapa daerah utamanya dipicu olehkrisis finansial Asia yang menyebabkan banyak perusahaan bangkrut dan jutaan orang kena pemutusan hubungan kerja.

Kerusuhan tersebut kemudian berkembang menjadiperusakan, penjarahan, dan pembakaran fasilitas umum, gedung perkantoran, mal, pertokoan, serta kendaraan.

Tindakan kejahatan lain seperti kekerasan fisik, pelecehan seksual, hingga pemerkosaanjuga terjadi selama kerusuhan. Sasaran amukan massa tidak hanya warga keturunan Tionghoa, tetapi juga masyarakat pribumi.

Aksi massa pada Mei 1998 mendorong Presiden Soeharto mengundurkan diri dan mengalihkan kekuasaan kepada wakilnya, BJ Habibie.

Masa pemerintahan Orde Baru yang berlangsung selama 32 tahun pun berakhir dan reformasi bermula.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

42 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.