Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

KLH Selidiki Dugaan Kontaminasi Radioaktif di Pabrik Udang di Serang

📅 Kamis, 21 Agu 2025, 18:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
KLH Selidiki Dugaan Kontaminasi Radioaktif di Pabrik Udang di Serang Doc: Antara
Ket. Menteri LH/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq ketika meninjau lokasi PT GRS di Kabupaten Serang, Banten, Kamis (21/8).

Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tengah menelusuri dugaan pencemaran bahan radioaktif Cesium-137 setelah adanya temuan otoritas Amerika Serikat (AS) bahwa udang beku yang diekspor Indonesia diduga terpapar radioaktif.

Dalam peninjauan ke wilayah Cikande, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (21/8), Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengatakan penelusuran Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menemukan bahwa pabrik pengolahan udang beku tersebut berada di Cikande dengan bahan udang yang berasal dari Lampung.

"Menteri KKP sudah melakukan kunjungan ke situ dan diindikasi ada sumber-sumber Cesium-137 dari unsur radioaktif yang ditemukan di sana. Ini memang agak aneh, nanti kami akan telusuri sampai tuntas, soalnya ini berbahaya buat kita semua, kok tiba-tiba ada Cesium di pengolahan udang, kami sebentar lagi ke sana," kata Menteri Hanif.

Dia sendiri akan meninjau lokasi pengolahan udang itu hari ini dan akan segera menurunkan tim pakar terkait isu tersebut untuk memastikan situasi di lapangan.

"Tapi yang jelas kita harus sampai dapat sumbernya, supaya tidak menimbulkan keresahan kita semua. Tidak menimbulkan kerugian cukup besar nantinya di bidang ekspor," kata Hanif.

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (Food and Drug Administration/FDA) Amerika Serikat menyatakan adanya temuan kandungan Cesium-137 dalam udang beku yang diekspor Indonesia ke Amerika Serikat.

Otoritas berbeda yaitu Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (U.S. Customs & Border Protection/CBP) juga menyatakan Cesium-137 terdeteksi di kontainer pengiriman di empat pelabuhan AS yaitu Los Angeles, Houston, Savannah, dan Miami.

Atas temuan itu, FDA menghentikan impor produk-produk olahan PT Bahari Makmur Sejati karena terindikasi terkontaminasi oleh zat kimia, dalam hal ini Cesium-137, hingga PT Bahari Makmur Sejati dinilai berhasil mengatasi permasalahan itu.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso pada Rabu (20/8) menyatakan telah berkoordinasi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) untuk mengevaluasi ekspor udang beku ke Amerika Serikat yang diduga terpapar bahan radioaktif Cesium-137.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

52 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.