Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

KJRI Cape Town Beri Penyuluhan Pelindungan ABK WNI di Luar Negeri

📅 Senin, 24 Jun 2024, 00:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
KJRI Cape Town Beri Penyuluhan Pelindungan ABK WNI di Luar Negeri Doc: ANTARA/HO-KJRI Cape Town
Ket. Suasana acara penyuluhan terkait pelindungan dan keselamatan untuk anak buah kapal (ABK) WNI yang bekerja di luar negeri oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Cape Town, Afrika Selatan, Minggu (23/6/2024).

Jakarta - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Cape Town, Afrika Selatan, menggelar penyuluhan terkait pelindungan dan keselamatan untuk anak buah kapal (ABK) WNI yang bekerja di luar negeri.

Menurut pernyataan tertulis di Jakarta, penyuluhan yang digelar pada Minggu waktu setempat tersebut dihadiri seratusan ABK WNI yang bekerja di sejumlah kapal penangkap ikan berbendera Korea Selatan, Ukraina, Taiwan, dan Belize yang tengah bersandar di Cape Town.

"Selain memperkuat tali silaturahimantara ABK dan KJRI, acara ini juga menjadi forum konsultasi untuk menampung permasalahan yang dihadapi ABK guna dicarikan solusinya," kata Konsul Jenderal RI di Cape Town, Tudiono.

Oleh karena itu, ia mendorong ABK tidak segan mengutarakan permasalahan yang dihadapi kepada pihak KJRI baik melalui aplikasi percakapan daring maupun ketika bertemu langsung, seperti saat agenda penyuluhan itu.

Sementara, Konsul Protokol dan Konsuler KJRI Cape Town Faiez Maulana dalam paparannya mengatakan, ABK harus memerhatikan masa izin tinggal sementara yang tertera di paspor mereka saat bersandar di Cape Town.

Hal itu harus diperhatikan meski setiap ABK akan dibantu oleh agen saat menangani izin tinggal sementara di kala mereka mengurus keperluan kapal untuk kembali berlayar, seperti air bersih dan makanan, yang dapat memakan waktu antara sepekan hingga sebulan.

"Kelalaian dalam memperhatikan masa izin tinggal sementara tersebut dapat menyebabkan para ABKoverstay, akibatnya bisa dideportasi ke Indonesia," kata Faiez.

Konsul Faiez turut menyarankan ABK mengunduh aplikasi daring "Safe Travel" yang dapat membantu mereka mengetahui informasi dan kondisi negara tujuan. Aplikasi tersebut memiliki fitur "tombol darurat" yang akan menghubungkan penggunanya dengan perwakilan RI terdekat jika mengalami kegawatan, ucap dia.

Selain memberi penyuluhan, KJRI Cape Town juga membagikan paket logistik berupa vitamin, alat kebersihan, jaket parasut, sepatu but, serta makanan Indonesia, kepada ABK peserta penyuluhan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

49 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.