Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kisah Orang Alor Beradaptasi dengan Perubahan Iklim 43 Ribu Tahun Lalu

📅 Kamis, 04 Apr 2024, 12:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kisah Orang Alor Beradaptasi dengan Perubahan Iklim 43 Ribu Tahun Lalu Doc: The Conversation
Ket. Lapisan budaya di gua Makpan ditemukan hingga kedalaman 3,4 meter yang berasosiasi dengan umur hunian 43 ribu tahun lalu.

Hendri A. F. Kaharudin, Australian National University; Shimona Kealy, Australian National University, dan Sue O'Connor, Australian National University

Keunggulan evolusi manusia terletak pada kemampuan beradaptasi dan berinovasi. Ketika pertama kali mencapai garis pantai yang luas di wilayah Asia Tenggara sebelum 65 ribu tahun yang lalu, manusia dihadapkan pada perjalanan laut untuk bermigrasi ke area timur di Kepulauan Wallacea (migrasi Homo sapiens keluar dari Afrika ke Australia). Dalam perjalanan inilah, manusia berinovasi dan beradaptasi ke level yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Studi kami menunjukkan bukti baru bahwa manusia mencapai dan menetap di pulau Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) sekitar 43 ribu tahun yang lalu.

Alor adalah pulau kecil yang terletak di antara dua pulau besar Flores dan Timor-jalur selatan migrasi manusia prasejarah antara Asia Tenggara daratan dan Australia.

Jejak hunian pada masa itu menunjukkan bahwa begitu manusia mulai berpindah dari pulau ke pulau, mereka berdiaspora dan beradaptasi dengan cepat di lokasi hunian baru, terutama dalam hal memperoleh bahan makanan.

Jejak kehidupan di gua Makpan

Penelitian kami adalah proyek kolaboratif yang melibatkan arkeolog Australia dan Indonesia. Kami melakukan ekskavasi atau pemeriksaan arkeologis gua Makpan di pantai barat daya Alor pada pertengahan 2016.

Kami mengidentifikasi kehadiran manusia di gua Makpan melalui penemuan berbagai alat yang terbuat dari batu, kerang, dan karang. Ada juga sisa-sisa tulang hewan, kerang laut, kepiting, dan bulu babi/landak laut. Semuanya merupakan tinggalan sampah makanan manusia prasejarah.

Waktu penghunian manusia di Makpan kami tentukan melalui penanggalan radiokarbon dari arang dan kerang laut hasil ekskavasi. Kehadiran kedua temuan ini adalah bukti langsung dari aktivitas manusia, sehingga hasil penanggalan mereka dapat langsung dihubungkan dengan kapan orang tinggal di Makpan.

Tanggal Makpan yang kami dapatkan ini memperluas catatan pendudukan manusia di Pulau Alor dua kali lipat dari penggalian sebelumnya di situs Tron Bon Lei, Alor, pada tahun 2014. Hasil ekskavasi sebelumnya mendapatkan tanggal kira-kira 21 ribu tahun yang lalu.

Temuan ini menunjukkan bahwa Alor dihuni pada waktu yang sama dengan Flores di barat dan Timor di timur. Ini mengonfirmasi posisi Alor sebagai 'batu loncatan' perjalanan manusia antara kedua pulau besar ini.

Tingkat paling dasar dari lapisan hunian di Makpan menemukan bukti pendudukan manusia (misalnya alat batu dan sisa makanan) menunjukkan bahwa orang-orang, ketika pertama kali tiba di Makpan, datang dalam jumlah sedikit.

Selama 43 ribu tahun pendudukan manusia, Makpan menyaksikan serangkaian peningkatan dan penurunan permukaan laut yang besar. Ini disebabkan oleh perubahan iklim ekstrem Zaman Es terakhir. Perubahan lingkungan ini membuat para penghuni gua Makpan mengalami beberapa kali fase adaptasi terhadap perubahan lingkungan.

1. Fase hunian awal

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

26 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.