Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kisah ibadah haji: Kasih ibu sepanjang masa, bakti Fatimah seluas samudra

📅 Kamis, 22 Mei 2025, 16:45 WIB | Oleh:
Kisah ibadah haji: Kasih ibu sepanjang masa, bakti Fatimah seluas samudra Doc: Teguh Priyanto
Ket. Wakil Ketua Komisi Nasional Disabilitas Deka Kurniawan memberi motivasi pada jamaah haji lansia dan disabilitas Junaina M Tayyib di Madinah.

Madinah, Arab Saudi -- Betapa bahagia Fatimah Zahro (50) saat mendapati dirinya dipanggil berhaji tahun ini. Ia telah menunggu 13 tahun lamanya.

Kebahagiaannya terasa makin sempurna saat ia mendapati ibundanya, Junaina M Toyyib (78), yang menurut jadwal sebenarnya baru dapat berangkat tahun depan, bisa turut bersamanya berhaji tahun 2025.

Fatimah merasa harus berangkat dengan Junaina, karena sejak 2016, mata ibunya buta lantaran komplikasi penyakit diabetes melitus yang dideritanya. Junaina juga lumpuh dan tak lagi bisa berjalan karena kerusakan saraf (neuropatic diabetic) di kakinya.

Penyakit gula juga menyebabkan luka di kaki Junaina  tak kunjung sembuh. Jadilah dia  menjadi penyandang disabilitas ganda. Ia lumpuh, buta sekaligus lansia.

Selama proses administrasi haji di Tanah Air, semuanya tampak berjalan normal. Junaina, Fatimah Zahro dan suaminya menyelesaikan proses administrasi dengan lancar. Mereka semua juga lolos syarat istithaah dari otoritas kesehatan Indonesia, sehingga ketiganya bisa melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) dan bisa diberangkatkan berhaji.

Tiga orang sekeluarga asal Jember Jawa Timur itu pun terbang ke Tanah Suci melalui embarkasi Surabaya. Mereka tercatat pada kloter 31 Surabaya yang mendarat di Bandara Muhammad bin Abdul Aziz Madinah pada 11 Mei.

Fatimah sangat menyadari, melakukan perjalanan haji bersama ummi-nya yang lumpuh, buta dan lansia akan menjadi perjalanan yang tidak mudah.

Sebagai jamaah lansia dengan disabilitas ganda, Junaina memang sangat membutuhkan pendamping, dan Fatimah Zahrolah pendamping Junaina. Fatimah pun memantapkan diri untuk menjadi pendamping terbaik bagi ibunya.

"Aku akan menjadi mata dan kaki tangan ummi selama di Tanah Suci," kata Fatimah, yang sehari-hari menjadi pengasuh sebuah madrasah di Jember dengan suara bergetar. Ia berjanji akan menjaga ummi-nya kemana pun ia pergi, ia tak akan berpisah dan meninggalkan Junaina.

Madinah yang saat ini sangat terik tetap menjadi tempat yang nyaman bagi anak-emak itu untuk menunaikan arbain, shalat fardu berturut-turut 40 kali tanpa terputus. "Ummi sangat bersemangat shalat di Masjid Nabawi, ia selalu pingin berada di shaf terdepan," katanya.

Qodarrullah, ketentuan takdir Allah menguji kebersamaan Fatimah dan Junaina. Karena mereka berselisih bulan saat mendaftar haji 13 tahun lalu, pada saat proses pembagian syarikah, perusahaan penyelenggara haji yang mengurus mereka di Arab Saudi, Fatimah dan Junaini mendapat syarikah yang berbeda.

Akibatnya, ketika hendak berangkat ke kota Makkah, untuk memulai rangkaian ibadah haji, mereka tak tercantum dalam manifes bus yang sama.

Mobilisasi jamaah haji dari Madinah ke Makkah, baru-baru ini, memang sedikit terkendala. Sebabnya macam-macam, bisa karena soal kartu nusuk, berbeda syarikah, maupun administrasi manifes keberangkatan bus.

Akibatnya juga bisa beragam, salah satunya adalah jamaah yang berada dalam satu kloter bisa terpisah akomodasi hotel maupun transportasinya saat di Tanah Suci. Suami dan istri yang terbang satu kloter bisa saja akhirnya terpisah hotel dan transportasinya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.