Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kinerja Industri Mamin Mulai Membaik

📅 Rabu, 06 Jul 2022, 08:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kinerja Industri Mamin Mulai Membaik Doc: istimewa

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memaparkan dukungan dan kinerja industri makanan dan minuman (mamin) yang mampu memberi kontribusi hingga 37,77 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas.

"Peran dari sektor industri makanan dan minuman ini akan memberikan dampak signifikan terhadap industri pengolahan nonmigas maupun PDB nasional," kata Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (5/7).

Putu mengemukakan industri mamin tumbuh sebesar 3,75 persen pada triwulan I-2022, lebih tinggi dibandingkan triwulan I-2021 yang mencapai 2,45 persen. Pada periode tersebut ekspor produk mamin menembus 10,92 miliar dollar AS (termasuk minyak kelapa sawit) dengan impor hanya 3,92 miliar dollar AS.

"Dari sisi investasi, sampai dengan triwulan I-2022, realisasi investasi industri makanan dan minuman mencapai 19,17 triliun rupiah, terdiri dari PMDN sebesar 9,34 triliun rupiah dan 684,98 juta dollar AS untuk PMA," sebut Putu.

Kinerja industri mamin yang mulai membaik tersebut, lanjutnya, tidak lepas dari kerja keras seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kementerian dan lembaga terkait hingga kalangan industri.

Kebijakan Strategis

Putu memaparkan untuk menjaga kinerja indusri pemerintah telah meluncurkan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), diantaranya Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP) untuk beberapa komoditas bahan baku industri mamin pada 2021, yang diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan industri mamin seperti sebelum pandemi yaitu mencapai 7- 9 persen.

"Pada awal tahun ini, pemerintah juga telah memberlakukan kebijakan satu harga untuk minyak goreng sawit, yang kemudian didukung kebijakan distribusi minyak goreng curah bersubsidi oleh BPDKS yang berhasil mendorong percepatan distribusi untuk mengurangi kelangkaan minyak goreng curah," ujarnya.

Kebijakan strategis lainnya adalah pemberian fasilitas Harga Gas Bumi Tertentu sebesar 6 dollar AS per MMBTU bagi sektor industri mamin pada 2022 yang akan menurunkan biaya produksi dan meningkatkan daya saing. Hal itu juga dilakukan pemerintah untuk meredam tingginya tekanan inflasi global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Para Kader Posyandu Tangera...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

38 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

43 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...

Pembangunan SDM, Sekolah-sekolah di Tangsel Bersifat Inklusif

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.