Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kim Jong Un Gelar Pertemuan Keamanan Tingkat Tinggi Saat Ketegangan Meningkat

📅 Selasa, 15 Okt 2024, 09:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kim Jong Un Gelar Pertemuan Keamanan Tingkat Tinggi Saat Ketegangan Meningkat Doc: CNA/AFP/KNS/KCNA/STR
Ket. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyampaikan pidato di Universitas Pertahanan Nasional Kim Jong Un dalam rangka peringatan 60 tahun berdirinya di Pyongyang pada 7 Oktober 2024.

SEOUL - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengadakan pertemuan keamanan nasional tingkat tinggi pada hari Senin (14/10), media pemerintah melaporkan. Ia mengarahkan rencana "tindakan militer segera" di saat meningkatnya ketegangan dengan Korea Selatan.

Pertemuan di Pyongyang dihadiri oleh pejabat keamanan tinggi negara, termasuk panglima militer dan pejabat militer lainnya, serta menteri keamanan dan pertahanan negara.

"Dia menetapkan arahan tindakan militer langsung dan mengindikasikan tugas-tugas penting yang harus dipenuhi dalam pengoperasian pencegahan perang dan pelaksanaan hak untuk membela diri," lapor Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).

Pertemuan itu terjadi saat Korea Utara yang bersenjata nuklir menuduh Seoul menerbangkan pesawat nirawak di atas ibu kotanya dan mengerahkan pasukan ke perbatasannya, sementara Korea Selatan mengatakan pada hari Senin, mereka siaga penuh untuk merespons jika ditembaki.

Para pejabat yang hadir dalam pertemuan di Pyongyang mendengar laporan tentang "provokasi serius musuh", KCNA melaporkan referensi yang jelas terhadap penerbangan pesawat tak berawak.

Kim "menyatakan sikap politik dan militer yang tegas" pada pertemuan tersebut, kata media pemerintah.

Korea Utara menuduh Seoul bertanggung jawab atas pesawat nirawak tersebut, yang menyebarkan selebaran propaganda berisi "rumor yang menghasut dan sampah", dan memperingatkan pada hari Minggu bahwa mereka akan menganggapnya sebagai "deklarasi perang" jika pesawat nirawak lain terdeteksi.

Militer Seoul awalnya membantah pihaknya berada di balik penerbangan tersebut, dengan spekulasi lokal berpusat pada kelompok aktivis di Selatan yang telah lama mengirimkan propaganda dan mata uang AS ke Korea Utara, biasanya melalui balon.

Sebaiknya Anda baca juga:

Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang mengawasi gencatan senjata yang mengakhiri pertempuran aktif dalam Perang Korea 1950 hingga 1953, mengatakan pihaknya mengetahui klaim Korea Utara.

"Komando saat ini sedang menyelidiki masalah tersebut sesuai dengan Perjanjian Gencatan Senjata," katanya.

Kedua Korea secara teknis masih berperang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

41 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.