Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ketua IMF Desak Italia, Prancis, Spanyol 'Kencangkan Sabuk Pengaman'

📅 Sabtu, 25 Nov 2023, 14:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ketua IMF Desak Italia, Prancis, Spanyol 'Kencangkan Sabuk Pengaman' Doc: ANTARA/AFP
Ket. Dewan eksekutif IMF Kristalina Georgieva.

PARIS - Italia, Prancis, dan Spanyol harus berbuat lebih banyak untuk mengatasi peningkatan utang dan defisit, kata Ketua IMF Kristalina Georgieva kepada media Eropa.

"Ketiga negara ini mengalami peningkatan rasio utang terhadap PDB secara signifikan," katanya dalam sebuah wawancara dengan sejumlah surat kabar, menurut transkrip yang diterbitkan media Italia Corriere della Sera, Kamis (23/11).

"Respon fiskal mereka terhadap Covid memang sangat kuat, namun hal ini menyebabkan peningkatan utang dan tingkat defisit. Jadi sekarang mereka benar-benar harus mengencangkan sabuk pengaman dan melakukan penyesuaian fiskal."

Bagi Italia, "masalah ini diperparah dengan melambatnya pertumbuhan sebagai akibat dari penarikan langkah-langkah dukungan kebijakan," katanya.

"Anggaran untuk Italia harus diperkuat: penyesuaian fiskal yang dilakukan Italia tidak akan bekerja cukup cepat untuk menurunkan defisit dan tingkat utang," katanya.

Prancis berada "dalam posisi yang lebih baik karena pertumbuhan di sana lebih mengakomodasi penyesuaian fiskal", namun direktur pelaksana IMF itu tetap mengatakan "2024 harus menjadi titik balik bagi Prancis dalam hal pengetatan".

Spanyol, yang "mendapat manfaat dari peningkatan besar sektor jasa dan pariwisata" memperkirakan penyesuaian sebesar 0,3 persen, yang menurutnya dapat diterima oleh IMF selama "tidak memperbarui langkah-langkah dukungan kebijakan yang diperkirakan akan berakhir pada akhir tahun ini. tahun".

Secara keseluruhan, ia menyampaikan kekhawatiran terhadap pemulihan ekonomi di Eropa.

"Tidak seperti AS, yang telah pulih ke tren sebelum pandemi, Zona Euro masih 2 persen di bawah tren sebelum pandemi, dan pertumbuhannya sangat kecil," katanya, mengutip perang di Ukraina dan tantangan demografi sebagai faktor utama.

Ditanya tentang perang Israel-Hamas, Georgieva mengatakan, sejauh ini dampaknya terhadap ekonomi global masih minim, namun hal itu bisa berubah jika konflik berkepanjangan atau semakin intensif.

"Secara ekonomi, dampak paling signifikan terjadi di episentrum konflik. Di Gaza, kerusakannya sangat besar," ujarnya.

"Pertumbuhan di Israel pasti akan terkena dampaknya."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.