Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kerja Sama Sudah Jalan Tapi Manfaatnya Masih Seret, Pebisnis Masih Ragu Garap IK-CEPA?

📅 Selasa, 24 Jun 2025, 15:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kerja Sama Sudah Jalan Tapi Manfaatnya Masih Seret, Pebisnis Masih Ragu Garap IK-CEPA? Doc: ANTARA
Ket. Pegawai berbincang di pusat penelitian dan pengembangan terbaru LG Electronics (LG) di Indonesia.

JAKARTA – Perjanjian Kemitraan Komprehensif Indonesia-Korea (IK-CEPA) sangat penting karena membuka peluang besar bagi peningkatan hubungan ekonomi kedua negara, terutama dalam perdagangan dan investasi.

Perjanjian ini tidak hanya fokus pada penurunan tarif, tetapi juga mencakup akses pasar, pengembangan kapasitas, fasilitasi perdagangan, dan investasi.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti mendorong seluruh komunitas bisnis Indonesia dan Korea Selatan untuk mengambil manfaat penuh dari perjanjian kemitraan komprehensif Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA).

“Pemanfaatan dari Indonesia-Korea CEPA masih perlu terus diperkuat. Ini adalah kesempatan besar bagi para pelaku usaha untuk lebih memanfaatkan perjanjian-perjanjian perdagangan yang sudah tersedia,” kata Wamendag Roro saat menyampaikan sambutan pada Korea-Indonesia Economic Partnership Forum di Jakarta, Selasa (24/6).

Wamendag Roro menyampaikan bahwa perjanjian komprehensif yang mulai diimplementasikan pada 1 Januari 2023 tersebut, menghapus tarif untuk lebih dari 90 persen barang dan memperluas kerja sama di bidang strategis seperti jasa, investasi, dan kekayaan intelektual.

Selain IK-CEPA, Indonesia dan Korea Selatan juga memiliki dua kerangka kerja sama perdagangan lainnya, yakni ASEAN-Korea Free Trade Agreement (AKFTA) yang telah berlaku sejak 1 Juli 2007 dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang telah diterapkan sejak 2 Januari 2023.

“Kami melihat adanya korelasi positif antara pemanfaatan perjanjian-perjanjian ini dan peningkatan stabil dalam perdagangan bilateral serta investasi,” ucapnya.

Kementerian Perdagangan mencatat bahwa AKFTA sendiri mampu menyumbang sekitar 88 persen ekspor nasional Indonesia ke Korea Selatan pada 2023 dan 2024. Total perdagangan antara kedua negara di 2024, mencapai sekitar 20 miliar dolar AS.

Sebaiknya Anda baca juga:

Lalu, dalam lima tahun terakhir, volume perdagangan tumbuh sekitar 9 hingga 9,8 persen. Di sisi investasi, Korea Selatan telah menyumbang sekitar 2,9 miliar dolar AS pada tahun 2024.

Meskipun angka tersebut cukup impresif, Roro menilai bahwa nilai perdagangan antar kedua negara masih mempunyai banyak ruang untuk digali dan dikembangkan. Sehingga, dia mendorong pelaku bisnis untuk memanfaatkan tiga kerangka perjanjian dagang tersebut.

“Saya mengajak semua pemangku kepentingan untuk melangkah maju dengan tindakan nyata dan semangat kolaboratif. Pemerintah Indonesia memahami bahwa menjalankan bisnis bukanlah hal yang mudah. Namun, kami berusaha memberikan ekosistem terbaik agar dunia usaha dapat terus berkembang,” ujar dia.

Menekankan pentingnya Korea Selatan sebagai mitra dagang, Roro menyampaikan bahwa Indonesia memiliki dua perwakilan perdagangan resmi, yakni Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) yang berada di Seoul dan Busan.

“Hal ini mencerminkan pentingnya kawasan Anda dalam konteks perdagangan Indonesia-Korea Selatan. Kami mendorong Anda untuk menghubungi perwakilan-perwakilan kami. Kami dengan senang hati akan membagikan kontak mereka agar Anda bisa langsung menjalin komunikasi,” kata dia.

Adapun Korea Selatan merupakan negara yang menjadi sepuluh mitra dagang terbesar Indonesia dan menjadi investor utama di sektor-sektor strategis seperti manufaktur dan infrastruktur.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.