Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Keren, Pelaku UMKM Asal Wonosobo Olah Rami Jadi Kain Batik di Inacraft 2024

📅 Kamis, 29 Feb 2024, 06:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Keren, Pelaku UMKM Asal Wonosobo Olah Rami Jadi Kain Batik di Inacraft 2024 Doc: ANTARA/Shofi Ayudiana
Ket. Pelaku UMKM penyedia serat alam Indonesia asal Wonosobo, Wibowo, memamerkan kain dan pakaian yang diproduksi dari tanaman rami di pameran kerajinan tangan Inacraft 2024 di Jakarta Convention Center, Rabu (28/2/2024).

Jakarta - Seorang pelaku UMKM di Wonosobo, Jawa Tengah, mengolah tumbuhan rami yang ditanamnya menjadi kain batik hingga pakaian musim dingin dan memamerkan produknya pada pameran kerajinan tangan Inacraft 2024 di Jakarta Convention Center, Jakarta.

Pemilik usaha penyedia serat alam Indonesia Ramindo Berkah Persada Sejahtera, Wibowo telah menekuni usaha ini sejak 1999. Kecintaannya pada serat alam dan keprihatinannya terhadap ketergantungan impor bahan baku tekstil mendorongnya untuk berinovasi dengan rami.

"Tiga tahun ini saya sudah memikirkan rami untuk tekstil. Akhirnya kami melakukan pengembangan dan riset secara mandiri dan kolaborasi dengan teman-teman, akhirnya terwujudkan rami Indonesia, yang dibuat di Indonesia oleh perajin-perajin kita," katanya saat ditemui ANTARA di pameran Inacraft2024, di Jakarta, Rabu.

Keikutsertaan Wibowo dalam Inacraft merupakan pertama kalinya setelah mendapat undangan dari Kementerian Koperasi dan UKM. Pameran ini menjadi kesempatan bagi dia untuk mempromosikan kain dari serat alam. Selain rami, dia juga memamerkan produk kain yang terbuat dari serat daun nanas danwool.

Namun, Wibowo mengatakan bahwa dia belum memproduksi kain dari serat alam ini secara massal karena masih dalam tahap pengembangan dan masih melihat potensi pasarnya. Saat ini, dia lebih banyak menyuplai bahan bakunya kepada perusahaan-perusahaan eksportir.

Dia menuturkan masih ada sejumlah tantangan yang dihadapi untuk mengembangkan usahanya ini, antara lain akses teknologi yang masih terbatas dan modal usaha yang kecil.

Proses produksi benang rami di Wonosobo masih memiliki keterbatasan. Wibowo mengaku harus pergi ke kota-kota lain untuk mendapatkan benang dari rami yang ditanamnya.

"Permasalahannya adalah bagi UMKM kecil kayak kami itu adalah teknologinya. Kami tidak punya teknologi seperti pabrik besar, kami tidak punya modal cukup untuk teknologinya," ujar dia.

"Kalau minta tolong ke tempat lain juga jika permintaan kecil mereka tidak tertarik, tidak mau mengerjakan," kata WIbowo.

Ia berharap ada kebijakan pemerintah untuk menjadikan tekstil berbahan baku serat alam ini menjadi salah satu prioritas dalam upaya menjaga ketahanan sandang Indonesia.

Ia juga berharap serat rami dan serat-serat alam lainnya yang ada di Indonesia ini dapat terus dikembangkan dan menjadi alternatif bahan baku pakaian selain kapas. Dengan adanya serat alam lain juga diharapkan impor kapas akan menurun.

Sebaiknya Anda baca juga:

"Apalagi serat alam juga merupakan bahan baku yang berkelanjutan," tuturnya.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dalam empat tahun terakhir (2019-2022), terjadi peningkatan jumlah impor barang benang kapas dengan tren sebesar 29,79 persen.

Pada 2019 jumlah impornya sebesar 14.843 ton. Pada 2020 sebesar 12.588 ton. Kemudian pada 2021 naik 65,82 persen menjadi 20.873 ton. Selanjutnya, pada 2022 naik 43,28 persen menjadi 29.908 ton.

Menurut data Kementerian Perdagangan, nilai impor kapas Indonesia pada 2023 mencapai 483.5 juta dolar AS atau sekitar Rp7,6 triliun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

43 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.