Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kerap Diusir Warga Aceh, Pemerintah Sebut Pertimbangkan Kemanusiaan Tangani Pengungsi Rohingya

📅 Sabtu, 30 Des 2023, 10:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kerap Diusir Warga Aceh, Pemerintah Sebut Pertimbangkan Kemanusiaan Tangani Pengungsi Rohingya Doc: antara
Ket. Ilustrasi - Pengungsi Rohingya di UPTD Ladong Aceh Besar.

JAKARTA - Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia (HAM) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Dhahana Putra mengatakan penanganan masalah pengungsi Rohingya mengutamakan aspek kemanusiaan yang bersifat universal, dengan tetap mempertimbangkan kepentingan masyarakat lokal.

"Melihat resistensi yang terjadi terhadap pengungsi Rohingya, perlu diintensifkan komunikasi dengan IOM, UNHCR, dan negara negara tetangga, agar penanganan pengungsi tidak menimbulkan dampak negatif terhadap masyarakat lokal, khususnya dalam konteks ini di Aceh," kata Dhahana dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (30/12).

Meski demikian, kata Dhahana, Pemerintah Indonesia belum meratifikasi Konvensi Jenewa 1951 tentang pengungsi, sehingga atas dasar kemanusiaan, Indonesia tetap harus menampung sementara para pengungsi Rohingya.

Pasalnya, ada asas non-refoulment yang sudah diakui sebagai hukum kebiasaan internasional.

Non-refoulment adalah asas larangan terhadap suatu negara untuk menolak atau mengusir pengungsi dari negara lain untuk kembali ke negara asalnya atau ke suatu wilayah di mana pengungsi tersebut berpotensi menghadapi hal-hal mengancam serta membahayakan kehidupan maupun kebebasan pengungsi karena alasan ras, agama, kebangsaan, keanggotaan kelompok sosial tertentu, atau opini politik.

"Prinsip non-refoulment ini melarang negara untuk mengembalikan atau mengusir orang-orang ke negara asal atau negara lain yang berpotensi mendapat tindak persekusi, penyiksaan, pelanggaran HAM yang berat," jelasnya.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan para pengungsi Rohingya saat ini hanya bersifat sementara di Aceh.

"Yang perlu digarisbawahi, keberadaan mereka di sini adalah sementara hingga nanti UNHCR menentukan status sebagai pengungsi dan penempatan negara ketiga atau negara penerima para pengungsi Rohingya," jelas Dhahana.

Di satu sisi, selama para pengungsi Rohingya berada di Indonesia, maka tetap diwajibkan untuk menaati peraturan perundang-undangan dan nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di Indonesia, supaya tidak memunculkan masalah-masalah sosial yang membuat gaduh.

"Di sisi lain, kami berharap semua pihak dapat menahan diri dari tindakan-tindakan provokatif agar tidak menimbulkan kondisi yang tidak kondusif di Aceh dalam penanganan para pengungsi Rohingya," imbuhnya.
???????
Sementara itu, terkait tindak kekerasan terhadap para pengungsi Rohingya, telah menjadi sorotan masyarakat internasional. Sejumlah media internasional telah mewartakan insiden di Gedung BaleeMeuseuraya Aceh.
???????
"Harapannya, tentu kejadian serupa yang memberikan citra negatif semacam itu tidak terjadi lagi ke depan," ujarDhahana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.