Kementerian PU Kebut Underpass Bitung, Urai Macet Jalur Pantura Serang–Tangerang
📅 Senin, 11 Mei 2026, 20:38 WIB | Oleh: Tim RedaksiJAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penyelesaian Underpass Bitung di Kabupaten Tangerang, Banten. Proyek ini ditujukan untuk mengurai titik perlambatan lalu lintas di jalur Pantura Serang–Tangerang sekaligus memperlancar arus logistik ke kawasan industri dan pergudangan Bitung.
Menteri PU Dody Hanggodo menyebut underpass sebagai solusi jangka panjang untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran transportasi di koridor strategis tersebut. “Diharapkan juga dapat memperlancar mobilitas perekonomian masyarakat yang melewati jalan nasional,” ujar Dody di Jakarta, Senin (11/5).
Keberadaan Underpass Bitung sudah lama ditunggu warga. Kawasan ini jadi simpul padat karena bertemunya arus kendaraan dari Serang, Jakarta, dan Curug. Antrean panjang rutin terjadi saat jam sibuk pagi dan sore, termasuk kendaraan yang akan masuk Tol Tangerang–Merak.
Lokasi proyek berada di ruas jalan nasional Batas Kabupaten Serang/Tangerang–Batas Kota Tangerang, bagian dari koridor Lintas Utara Jawa. Ruas ini vital untuk mobilitas warga, angkutan logistik, dan akses ke kawasan industri Tangerang.
Underpass Bitung dibangun di Jalan Pantura STA 0+125 sampai STA 0+475, panjang 350 meter. Konstruksinya memakai desain single cell dua lajur satu arah untuk arus Tangerang ke Serang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perubahan dari konsep awal _double cell ke single cell dilakukan demi mengamankan jalur pipa PT Pertamina Gas (Pertagas) di sekitar lokasi sekaligus mempercepat konstruksi.
Selain terowongan utama, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten juga melebarkan jalan di beberapa segmen untuk mengurangi bottleneck.
Pada Segmen 1 setelah underpass menuju entry ramp Tol Bitung sepanjang 150 meter, jalan dilebarkan dari dua jadi tiga lajur arah Serang ke Tangerang. Segmen 2 di bawah kolong Tol Tangerang–Merak sepanjang 125 meter dilebarkan dari satu jadi dua lajur. Segmen 3 dari kolong tol hingga taper exit ramp Tol Bitung sepanjang 200 meter juga dilebarkan dari dua jadi tiga lajur, termasuk taper kendaraan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penataan arus ini diyakini mampu menambah kapasitas jalan dan mengurai perlambatan yang selama ini terjadi.
Sampai saat ini, progres fisik Underpass Bitung sudah 27,32% dan ditargetkan tuntas pada 2027. Proyek ini telah didukung feasibility study sejak 2018 yang direviu 2024, dokumen lingkungan, Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), hingga review Detail Engineering Design (DED).
Total kebutuhan lahan mencapai 11.257 m². Pembebasan lahan sudah terealisasi 9.094 m². Sisa lahan milik PT Pertamina Gas seluas 2.163 m² di sekitar underpass telah mengantongi izin prinsip.
Kementerian PU mengimbau masyarakat mengantisipasi kepadatan di sekitar lokasi proyek selama konstruksi. Pengendara diminta mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!