Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenkeu siap bantu Jakarta rancang alternatif pembiayaan

📅 Rabu, 23 Apr 2025, 16:40 WIB | Oleh:
Kemenkeu siap bantu Jakarta rancang alternatif pembiayaan Doc: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa
Ket. Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Luky Alfirman kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025-2029

Jakarta -- Kementerian Keuangan menyatakan siap membantu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merancang berbagai alternatif pembiayaan untuk mencapai tujuan pembangunan termasuk dalam pembiayaan program-program daerah.

"Kami di Kementerian Keuangan akan siap membantu pemerintah daerah termasuk DKI Jakarta," ujar Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Luky Alfirman di Balai Kota Jakarta, Rabu.

Hal itu disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025-2029 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 Provinsi DKI Jakarta.

Pihaknya bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mencoba merancang berbagai alternatif pembiayaan.

Kemenkeu bisa menyediakan Fasilitas Penyiapan Proyek (Project Development Facility/PDF) untuk mengundang investor misalnya pihak swasta. Nantinya, pemerintah pusat bisa menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah Daerah Dengan Badan Usaha (KPDBU).

"Kami punya instrumen namanya VGF atau 'Valuability Gap Fund' (dana dukungan kelayakan). Itu semacam subsidi," ujar dia.

Selain itu, kata Luky, ada berbagai fasilitas instrumen lain yang sudah disiapkan untuk bisa membantu berbagai alternatif pembiayaan Pemerintah Daerah termasuk DKI Jakarta.

Dia berpendapat, Pemprov DKI Jakarta perlu memikirkan tentang pembiayaan yang inovatif (alternative creative financing) sehingga tak semata mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Kalau kita hanya mengandalkan dari anggaran itu mungkin kita tidak bisa melakukan lompatan besar. Bagaimana bisa mencari alternatif-alternatif pembiayaan. Satu keunggulan DKI adalah punya APBD yang sangat kuat," ujar dia.

Namun, dia mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI selalu hati-hati mengelola atau mencari alternatif-alternatif pembiayaan.

APBD DKI Jakarta tahun 2025 disepakati sebesar Rp91,34 triliun atau naik 11,53 persen dibandingkan tahun 2024. Anggaran ini nantinya digunakan untuk pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

45 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.