Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenkes: DBD ada di Indonesia sepanjang tahun dan perlu diwaspadai

📅 Rabu, 23 Apr 2025, 20:40 WIB | Oleh:
Kemenkes: DBD ada di Indonesia sepanjang tahun dan perlu diwaspadai Doc: ANTARA/Anita Permata Dewi
Ket. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono (tengah), dan penyanyi Tasya Kamila (kanan) dalam acara media briefing "Waspada DBD, Lindungi Keluarga, Selamatkan Masa Depan", di Jakarta, Rabu (23/4).

Jakarta --  Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa di Indonesia penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) ada sepanjang tahun sehingga tetap perlu diwaspadai.

"Pola penyakit dengue atau DBD ini ada sepanjang tahun dan kita perlu mewaspadai sepanjang tahun," kata Ketua Tim Kerja Arbovirosis Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Fadjar SM Silalahi di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan bahwa pada 2024 Indonesia mencatatkan kasus DBD tertinggi, yakni 242 ribu kasus dengan kematian 1.400 jiwa.

"Tahun 2024 (tercatat) kasus yang paling tinggi sepanjang sejarah adanya dengue di Indonesia. Sebelum 2024, 2016 paling tinggi. Tahun 2024 itu ternyata puncak lebih tinggi lagi karena berbagai faktor yang berubah, salah satunya perubahan iklim," katanya.

Menurut dia, selama 2024 kasus DBD mengalami lonjakan pada Januari hingga Maret, kemudian menurun pada bulan-bulan berikutnya. Selanjutnya pada November dan Desember kembali mengalami peningkatan kasus.

Sebaiknya Anda baca juga:

Fadjar SM Silalahi menambahkan bahwa pada 2025 kasus DBD mengalami penurunan.

"Masuk di tahun 2025 terjadi penurunan (kasus DBD), 38.000 (kasus), kemudian kematian 182 (jiwa). Memang menurun, tapi bukan berarti selesai masalah. Karena pola cuaca juga berubah, pola masyarakat juga berubah, kita akan tetap melakukan pengawasan terus-menerus sepanjang tahun ini," kata dia.

Kementerian Kesehatan RI menargetkan nol kematian dalam kasus dengue pada 2030.

"Targetnya 2030 tidak ada kematian yang disebabkan oleh virus dengue," kata Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono.

Target tersebut dilakukan dengan strategi pencegahan, terapi awal dan lebih dini, dan inovasi-inovasi pengobatan, salah satunya dengan vaksin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.