Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemendes Tegaskan Berkomitmen Wujudkan Desa Berketahanan Iklim

📅 Kamis, 10 Okt 2024, 14:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemendes Tegaskan Berkomitmen Wujudkan Desa Berketahanan Iklim Doc: ANTARA/Humas Kemendes PDTT
Ket. Direktur Dana Desa, Insentif Otonomi Khusus dan Keistimewaan, Kementerian Keuangan, Jaka Sucipta, saat menjadi narasumber Seminar Internasional dan Peluncuran Kolaborasi Aksi Desa Berketahanan Iklim di Bali, Kamis (26/9).

JAKARTA - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menegaskan berkomitmen mewujudkan Desa Berketahanan Iklim di Indonesia.

Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Kemendes PDTT, Ivanovich Agusta, menyampaikan komitmen tersebut salah satunya dapat dilihat dari langkah Kemendes menggandeng Kementerian Keuangan untuk memprioritaskan penggunaan Dana Desa 2025 pada penanganan perubahan iklim.

"Sudah ada komitmen Kemendes sama Kemenkeu, jadi nanti di Peraturan Mendes atau Menkeu akan muncul itu," kata Ivan kepada Antara di Jakarta pada Rabu (9/10).

Terkait beragam program yang akan dihadirkan untuk mewujudkan Desa Berketahanan Iklim, Ivan menyampaikan Kemendes PDTT sedang menyusun program tersebut.

Sebelumnya, Direktur Dana Desa, Insentif Otonomi Khusus dan Keistimewaan, Kementerian Keuangan, Jaka Sucipta, menyampaikan bahwa penggunaan dana desa tahun 2025 dapat diprioritaskan untuk penanganan perubahan iklim.

"Penggunaan dana desa untuk mengatasi perubahan iklim diprioritaskan," kata Jaka saat menjadi narasumber Seminar Internasional dan Peluncuran Kolaborasi Aksi Desa Berketahanan Iklim di Bali pada Kamis (26/9).

Ia menjelaskan dana desa dapat diprioritaskan untuk penanganan perubahan iklim karena Indonesia berada di posisi kedua sebagai negara paling rawan bencana dari 193 negara di dunia. Lalu, kata dia melanjutkan, dampak dari bencana tersebut menyebabkan kerugian hingga mencapai Rp50 triliun per tahun.

Menurut Jaka, tingginya risiko bencana di Indonesia itu memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.

"Indonesia sangat berisiko bencana urutan nomor 2 dari 193 negara. Kerugian per tahun Rp20 triliun sampai Rp50 triliun setiap tahun dampak atas bencana ini. Jadi, kita berikan pendanaan sampai ke level desa supaya melakukan kegiatan sendiri termasuk terkait perubahan iklim," ucap dia.

Sejalan dengan persoalan itu, Jaka menyampaikan bahwa Kementerian Keuangan sebagai salah satu kementerian yang terlibat dalam pembangunan desa melalui dana desa, telah melakukan pemetaan kerawanan bencana di seluruh desa di Indonesia. Hasil dari pemetaan itu selanjutnya akan menjadi dasar alokasi dana desa untuk penanganan perubahan iklim. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.