Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kebakaran di Hawaii, KJRI LA Terus Pantau Kondisi Warga Indonesia

📅 Rabu, 16 Agu 2023, 01:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kebakaran di Hawaii, KJRI LA Terus Pantau Kondisi Warga Indonesia Doc: istimewa

JAKARTA - Konsulan Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Los Angeles terus memantau situasi kebakaran di Maui, Hawaii, AS dan menjalin komunikasi dengan otoritas lokal dan komunitas Indonesia di wilayah tersebut, kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha, Selasa.

Judha menyampaikan bahwa hingga Selasa (15/8) tidak ada informasi mengenai ada WNI yang meninggal dunia akibat kebakaran hutan tersebut.

Adapun jumlah korban meninggal dunia akibat kebakaran tersebut hingga Selasa telah mencapai 99 orang, kata dia mengutip otoritas setempat.

Namun, Judha mengatakan ada satu WNI, yang menikah dengan warga Amerika Serikat, yang rumahnya terbakar. KJRI telah berkomunikasi dengan WNI tersebut dan saat ini telah diungsikan ke lokasi aman di War Memorial Stadium Complex di kota Wailuku, Hawaii.

KJRI Los Angeles juga terus mengimbau masyarakat Indonesia di Hawaii untuk tetap waspada dan mengikuti arahan pemerintah setempat. Para WNI juga dapat menghubungi hotline KJRI jika mengalami situasi darurat.

Berdasarkan catatan KJRI LA, terdapat sekitar 600 WNI yang tinggal di Hawaii dan sekitar 20 di antaranya menetap di Maui, yang menjadi lokasi kebakaran.

Kebakaran hutan terjadi pada 8 Agustus di kota Laihana di bagian barat Pulau Maui di Hawaii, AS. Angin kencang akibat badai Dora mengakibatkan api meluas semakin hebat. Kebakaran tersebut terjadi di tengah cuaca ekstrem di AS pada musim panas yang kering ini.

Kebakaran Maui adalah kebakaran hutan paling mematikan di AS sejak 1918, ketika Kebakaran Cloquet di Minnesota utara, yang berkobar selama lebih dari empat hari, merenggut korban 453 jiwa, kata National Fire Protection Association (NFPA).

Kebakaran paling mematikan sepanjang sejarah AS adalah kebakaran Peshtigo di Wisconsin pada 1871. Kebakaran ini merenggut 1.152 nyawa manusia.

Sampaikan Belasungkawa

Seperti dilaporkan sebelumnya, sedikitnya 80 korban meninggal dunia akibat kebakaran hutan di Hawaii. Upaya pencarian dan penyelamatan masih berlanjut terhadap mereka yang hilang.

Sebanyak enam kebakaran menghanguskan Big Island dan Maui, di mana sebagian besar kerusakan terjadi sejak kebakaran melanda pada Selasa.

Sekitar 1.700 rumah dan bangunan hancur dan ribuan penduduk dan wisatawan dievakuasi dari wilayah berbahaya. "Jill dan saya mengucapkan belasungkawa mendalam bagi keluarga dan mereka yang kehilangan dalam kebakaran di Maui, dan doa kami menyertai mereka yang kehilangan rumah mereka, menghancurkan usaha dan masyarakat," kata Presiden Joe Biden dalam pernyataan yang dikeluarkan Gedung Putih.

Biden telah menyetujui pernyataan bencana untuk membantu upaya tanggap darurat dan pemulihan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.