Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Keanekaragaman Budaya Genjot Sektor Pariwisata Tiongkok

📅 Senin, 08 Sep 2025, 21:15 WIB | Oleh:
Keanekaragaman Budaya Genjot Sektor Pariwisata Tiongkok Doc: Lonely Planet/Joe Sills
Ket. Kanal kota kuno Suzhou.

NANJING - Mengenakan qipao dan membawa kipas sulaman tangan, Lea Hoffmann, seorang pelancong asal Jerman yang menyukai budaya Tiongkok, berjalan-jalan menyusuri jalan-jalan kecil kota air kuno Suzhou di Provinsi Jiangsu, Tiongkok timur.

Berbeda dengan kebanyakan wisatawan biasa, Hoffmann menegaskan dirinya bepergian ke sana bukan untuk sekadar berfoto. "Saya ingin benar-benar melangkah masuk, merasakan pesona abadi budaya tradisional Tiongkok," ujarnya, seraya menambahkan bahwa ini merupakan kunjungan pertamanya ke Tiongkok.

Sentimen Hoffmann mencerminkan tren yang sedang berkembang seiring "China Travel" menjadi kata kunci populer (buzzword) global, yang menarik semakin banyak pengunjung dari luar negeri yang ingin menyelami warisan dan budaya negara yang dinamis tersebut, alih-alih sekadar mengunjungi tempat-tempat terkenal.

"Saya langsung terpikat oleh harmoni unik Suzhou, tempat kota-kota kecil kuno berdampingan dengan cakrawala modern," kata Hoffmann. Dia telah merencanakan perjalanannya dengan cermat bersama teman-temannya, dan menjadikan Suzhou sebagai destinasi wajib.

"Selanjutnya saya berencana untuk pergi ke Nanjing dan Xi'an, dan di sana saya pasti akan mencoba hanfu untuk pengalaman budaya yang lengkap," imbuhnya.

Menurut data resmi, di Shanghai saja, jumlah kedatangan wisatawan mencapai 4,16 juta pada paruh pertama tahun ini, dengan 3,83 juta pengunjung yang menginap, jauh melampaui angka yang tercatat tahun lalu. Platform perjalanan Trip.com melaporkan bahwa pemesanan di kota tersebut melonjak sekitar 85 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada musim panas tahun ini.

Matthew Stevens, seorang mahasiswa asing di Nanjing, Provinsi Jiangsu, mengatakan bahwa dirinya sedang bersiap untuk mengajak temannya dari Afrika Selatan yang akan datang ke Tiongkok untuk menyaksikan keseruan Su Super League, liga sepak bola akar rumput yang sangat populer di Jiangsu.

"Pertunjukan, acara olahraga, pameran, kuliner, semua itu kini menjadi alasan bagi wisatawan internasional untuk datang ke Tiongkok," tutur Hu Di, kepala agen perjalanan internasional yang berbasis di Suzhou. Hu mengatakan bahwa semakin banyak wisatawan asing kini memilih rencana perjalanan dengan banyak pemberhentian, menginap lebih lama, dan tur yang dirancang khusus berdasarkan preferensi pelanggan ketimbang paket perjalanan umum.

Di Xi'an, Provinsi Shaanxi, Tiongkok barat laut, sebuah proyek pengalaman budaya bertajuk "Hari Terpanjang di Blok Tema Chang'an" (Longest Day in Chang'an Theme Block) menghidupkan kembali elemen-elemen Dinasti Tang melalui layanan penyewaan kostum, pertunjukan imersif, serta makanan dan kerajinan tradisional, yang menjadi sensasi di media sosial mancanegara.

"Kostum dan pemandangannya terlihat sangat luar biasa. Saya tidak sabar untuk pergi ke sana," ujar Hoffmann.

Kebijakan bebas visa Tiongkok juga mendorong ledakan pariwisata di negara tersebut. Menurut Administrasi Imigrasi Nasional (National Immigration Administration/NIA) China, 76 negara kini menikmati akses masuk bebas visa unilateral maupun timbal balik, dengan program transit bebas visa diperluas ke 55 negara. Pada paruh pertama 2025, sebanyak 13,64 juta pelancong memasuki Tiongkok tanpa visa, meningkat 53,9 persen (yoy).

Selain budaya, pengalaman berbasis teknologi juga menarik wisatawan. Di sejumlah perkemahan musim panas, headset realitas virtual (virtual reality/VR), pertunjukan cahaya drone, dan program kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) terbukti sangat populer. "Banyak mahasiswa asing terpesona oleh penerapan AI seperti sistem kemudi otonomos," kata Xu Zihui, seorang penyelenggara di sebuah institusi studi wisata di Jiangsu.

Zhou Zhanfeng, seorang staf di Tiongkok International Travel Service Limited, menuturkan bahwa banyak pengunjung kini meminta tur ke pabrik kendaraan listrik dan perusahaan internet.

"Mereka ingin memahami kapasitas inovasi Tiongkok dari dekat," katanya. Eksistensi teknologi global Tiongkok yang semakin meningkat telah memicu rasa ingin tahu yang lebih besar di kalangan wisatawan serta meningkatkan kepercayaan terhadap produk-produk buatan Tiongkok.

Tren ini juga membuat gebrakan dalam dunia belanja. Dari fesyen trendi hingga barang elektronik mutakhir, tren "Belanja di China" juga semakin populer.

Administrasi Perpajakan Negara (State Taxation Administration/STA) Tiongkok melaporkan bahwa peluncuran layanan "pengembalian pajak instan" nasional tahun ini telah meningkatkan efisiensi sebesar lebih dari 40 persen, dengan lebih dari 7.200 toko bebas bea kini dibuka di seluruh penjuru Tiongkok. Jumlah wisatawan yang mendapatkan manfaat dari pengembalian pajak meningkat 186 persen (yoy).

"Rantai pasokan manufaktur Tiongkok yang lengkap menjamin kualitas dan harga yang kompetitif, sehingga membuat wisatawan mancanegara tertarik untuk membeli," ujar Zhang Chunlong, peneliti di Akademi Ilmu Sosial Provinsi Jiangsu.

Sementara itu, layanan-layanan pendukung bagi wisatawan mancanegara kian berkembang. Sebagai contoh, kompatibilitas kartu bank luar negeri kini semakin meluas, dengan sistem pembayaran seluler yang ditingkatkan untuk kartu bank internasional.

"Beberapa warga Jerman masih memiliki kesan yang ketinggalan zaman tentang Tiongkok," kata Hoffmann. "Perjalanan adalah cara terbaik untuk mematahkan stereotipe. Saya harap dengan berbagi pengalaman saya, lebih banyak warga Eropa dapat menemukan Tiongkok yang sesungguhnya, Tiongkok yang brilian." Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

38 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.