Kazakhstan Berkabung, 42 Orang Tewas dalam Kebakaran Tambang ArcelorMittal
📅 Senin, 30 Okt 2023, 13:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP
KARAGANDA - Kazakhstan mengumumkan hari berkabung nasional pada Minggu (29/10) setelah peristiwa kebakaran di tambang ArcelorMittal yang menewaskan 42 orang. Kecelakaan terburuk dalam sejarah negara bekas Soviet itu.
Tragedi yang terjadi di tambang batu bara Kostenko di wilayah Karaganda pada Sabtu kemarin terjadi setelah serangkaian insiden maut di tambang ArcelorMittal dan telah mendorong nasionalisasi perusahaan tersebut.
"Pada pukul 15.00, 42 jenazah ditemukan," kata layanan darurat Kazakhstan melalui media sosial.
Pencarian empat penambang terus berlanjut.
Tim penyelamat sebelumnya memperingatkan kemungkinan menemukan penambang yang masih hidup "sangat rendah", karena kurangnya ventilasi dan kekuatan ledakan sejauh 2 km.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jumlah korban tewas melebihi kecelakaan serupa di tahun 2006 yang menewaskan 41 penambang di situs ArcelorMittal lainnya. Peristiwa ini juga terjadi dua bulan setelah insiden lain yang menewaskan lima penambang.
Kemarahan dan ketidakpercayaan masyarakat setelah bencana di Karaganda, Kazakhstan tengah.
"Setiap penambang adalah pahlawan, karena ketika dia terpuruk, dia tidak tahu apakah dia akan kembali atau tidak," kata mantan penambang Sergei Glazkov.
Sebaiknya Anda baca juga:
Banyak yang menyambut baik langkah pemerintah menuju nasionalisasi, karena marah dengan rekam jejak keselamatan perusahaan.
Daniar Mustafin, seorang salesman berusia 42 tahun, mengatakan lebih menyukai "nasionalisasi penuh tanpa kompensasi material bagi pemilik saat ini".
Presiden Kassym-Jomart Tokayev memerintahkan untuk mengakhiri kerja sama dengan perusahaan yang berbasis di Luksemburg itu.
Perusahaan Terburuk
Berbicara kepada keluarga korban di tambang, Tokayev menyebut ArcelorMittal sebagai "perusahaan terburuk dalam sejarah Kazakhstan dalam hal kerja sama dengan pemerintah".
Pemerintah Kazakh dan raksasa baja tersebut mengumumkan perjanjian awal untuk "mengalihkan kepemilikan perusahaan (lokal) demi kepentingan Republik Kazakhstan", kata Perdana Menteri Alikhan Smailov.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!