Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kanada Masukkan Garda Revolusi Iran dalam Daftar Kelompok Teroris

📅 Kamis, 20 Jun 2024, 15:20 WIB | Oleh:
Kanada Masukkan Garda Revolusi Iran dalam Daftar Kelompok Teroris Doc: BBC/EPA
Ket. IRGC adalah kekuatan militer, politik dan ekonomi utama di Iran.

JAKARTA - Kanada memasukkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran dalam daftar organisasi teroris, setelah bertahun-tahun mendapat tekanan dari legislator oposisi dan beberapa anggota diaspora Iran.

Dilaporkan BBC, Menteri Keamanan Publik Dominic LeBlanc menyebutnya sebagai "alat penting dalam memerangi terorisme global" saat mengumumkan keputusan tersebut pada Rabu (19/6).

Hal ini berarti ribuan pejabat senior pemerintah Iran, termasuk pejabat tinggi IRGC, dilarang memasuki Kanada.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, yang dikutip oleh kantor berita Iran, Fars, mengecam langkah Kanada yang "tidak bijaksana dan tidak konvensional".

IRGC adalah kekuatan militer, politik, dan ekonomi utama di Iran, yang memiliki hubungan dekat dengan Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei.

IRGC diperkirakan memiliki lebih dari 190.000 personel aktif dengan angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udaranya sendiri yang mengawasi senjata strategis Iran.

IRGC memberikan pengaruh di tempat lain di Timur Tengah dengan memberikan dana, senjata, teknologi, pelatihan, dan nasihat kepada pemerintah negara sekutunya dan kelompok bersenjata melalui cabang operasi bayangannya di luar negeri, Pasukan Quds (Yerusalem), menurut pemerintah.

Pasukan Quds telah dimasukkan dalam daftar kelompok teroris oleh Kanada, namun pengumuman hari Rabu memperluas penunjukan tersebut ke seluruh IRGC.

Berbicara kepada wartawan, LeBlanc mengatakan tindakan tersebut "mengirimkan pesan kuat bahwa Kanada akan menggunakan semua alat yang dimilikinya untuk memerangi entitas teroris IRGC".

"Rezim Iran secara konsisten menunjukkan pengabaian terhadap hak asasi manusia, baik di dalam maupun di luar Iran serta kesediaan untuk mengganggu stabilitas tatanan internasional," katanya.

Setelah ini, pejabat senior pemerintah Iran saat ini dan mantan pejabat yang sudah berada di Kanada mungkin juga akan diselidiki dan diberhentikan.

Menteri Luar Negeri Kanada, Melanie Joly, memperingatkan warga Kanada yang berada di Iran mungkin berisiko ditahan secara sewenang-wenang setelah pengumuman tersebut.

"Pesan saya jelas: bagi mereka yang saat ini berada di Iran, inilah waktunya untuk kembali ke rumah," katanya.

"Dan bagi mereka yang berencana pergi ke Iran, jangan pergi."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

13 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.