Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kampung Sentalang Bengkayang Masih Gelap, Belum Teraliri Listrik

📅 Rabu, 16 Jul 2025, 17:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kampung Sentalang Bengkayang Masih Gelap, Belum Teraliri Listrik Doc: Antara
Ket. Kondisi jalan menuju kampung Sentalang, Desa Setia Budi, Kecamatan Bengkayang.

Bengkayang - Warga Kampung Sentalang, Desa Setia Budi, Kabupaten Bengkayang mengaku sejak kemerdekaan RI hingga sekarang kampungnya belum teraliri listrik dan akses jalan yang memadai.

"Kami sangat mengharapkan pemerintah daerah setempat untuk membangun infrastruktur jalan dan listrik untuk mempermudah warga beraktivitas sehari-hari," ujar Ketua RT 007 Sentalang, Desa Setia Budi, Budi saat dijumpai di Bengkayang, Rabu (16/7).

Saat ini, katanya, akses jalan di Kampung Sentalang masih berupa tanah dan menjadi sulit dilalui saat musim hujan, karena licin dan berlumpur. Jalan ini sangat penting bagi warga, karena digunakan setiap hari dan merupakan jalur utama untuk membawa hasil pertanian dan perkebunan.

Oleh karena itu, kata Budi, mewakili warga memohon agar pemerintah bisa membangun infrastruktur jalan, termasuk penerangan listrik.

"Listrik kami sangat butuhkan. Infrastruktur jalan juga demikian. Misalnya, belum mampu sampai aspal, minimal dilakukan pengerasan, sehingga kami bisa membawa hasil pertanian dan perkebunan dengan lancar," katanya.

Menurutnya, akses jalan di Sentalang, Desa Setia Budi, Kecamatan Bengkayang sudah pernah diperbaiki sebanyak tiga kali, baik dari anggaran dana desa maupun donatur. Namun, hal tersebut tak cukup baik untuk dilalui.

"Padahal, kita masih berada dekat pusat Kota Bengkayang, dari jalan nasional sekitar 6 kilometer. Kami harap listrik dan jalan bisa masuk, sehingga warga tak kesusahan harus membeli BBM untuk genset yang harganya sangat mahal, kita tidak mampu," ujarnya.

Secara terpisah, Manajer PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Singkawang Martinus Irianto Pasensi menargetkan rasio desa berlistrik (RDB) Kabupaten Bengkayang meningkat 91,13 persen di Tahun 2025.

"PLN akan terus mendukung pembangunan daerah Bengkayang melalui perluasan akses listrik hingga ke pelosok negeri. Salah satu fokus utama adalah upaya percepatan elektrifikasi di wilayah Kabupaten Bengkayang," katanya.

Saat ini, lanjutnya, dari 122 desa dan 2 kelurahan masih terdapat 14 desa yang belum menikmati akses listrik, termasuk di desa Setia Budi Sentalang. Sehingga, desa tersebut menjadi prioritas PLN pada tahun ini. Rencana ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan PLN dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui akses energi yang andal.

Untuk kelancaran proses pelaksanaan di lapangan, dia berharap dukungan dari pemerintah daerah, sehingga semua berjalan lancar dan dapat dinikmati oleh masyarakat. Selain itu, kolaborasi erat ini dapat terus terjalin, khususnya dalam hal sosialisasi ke masyarakat dan fasilitasi pembebasan jalur Right of Way (ROW).

“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan dari Bupati Bengkayang. Kehadiran listrik di desa-desa tidak hanya akan menerangi rumah warga, tetapi juga membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi lokal," ujar Martinus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

26 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.