Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kalau Banyak Kekerasan Anak, Jakarta Tak Layak Jadi Kota Global

📅 Selasa, 15 Jul 2025, 02:05 WIB | Oleh:
Kalau Banyak Kekerasan Anak, Jakarta Tak Layak Jadi Kota Global Doc: ist
Ket. kondisi bocah

JAKARTA – Kekerasan anak di Jakarta sedang meningkat. Ini tak dapat dibiarkan. Kalau mau jadi kota global, Jakarta harus aman dan ramah anak. Kalau tak ramah anak, Jakarta tak layak jadi kota global

Anggota Komisi E DPRD Jakarta Elva Farhi Qolbina mengingatkan, Jakarta yang akan menjadi kota global harus aman dan ramah terhadap kelompok rentan, khususnya anak-anak. "Sudah merupakan tugas Pemerintah Provinsi Jakarta untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak," ujar Elva dalam keterangan di Jakarta Senin.

Hal ini dia sampaikan usai mengetahui jumlah kasus kekerasan terhadap anak di Jakarta sedang meningkat. Elva khawatir angka kekerasan anak terus meningkat. Padahal, Jakarta yang kini tidak menyandang status ibu kota, digadang-gadang menjadi kota global.

"Hal itu menunjukkan Jakarta yang selama ini dicanangkan sebagai kota global masih belum aman untuk semua golongan, utamanya anak-anak," kata Elva. Dia mengatakan, Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) telah menangani 2.041 kasus kekerasan anak tahun lalu dan sebanyak 1.113 kasus dari Januari-Juli tahun ini.

Mengetahui data itu, dia mengimbau agar Pemerintah Provinsi Jakarta terus memberikan perlindungan kepada anak-anak sebagai kelompok yang rentan menerima perlakuan keras. Selain itu, Pemprov juga memberikan penyuluhan kepada orangtua yang ingin memiliki anak mengenai kehidupan berkeluarga.

"Setidaknya, itu bisa memberikan gambaran mengenai kehidupan bersama anak dan cara-cara melakukan parenting yang bebas dari kekerasan," ujar Elva. Kemudian dalam upaya menekan kasus kekerasan, pendampingan kepada anak-anak yang sudah menjadi korban atau mengalami kekerasan juga sangat penting.

"Anak-anak perlu mendapatkan layanan psikologis terbaik supaya bisa pulih kembali dari pengalaman-pengalaman traumatis," jelas Elva. Pendampingan bertujuan mendorong korban-korban lain agar tak sungkan melaporkan tindak kekerasan kepada aparat berwenang.

"Pada saat bersamaan, penting juga untuk menindaklanjuti setiap laporan agar para korban bisa menerima perlindungan setelah melaporkan kekerasan yang mereka alami," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

29 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.