Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

KAI Siapkan 13 Mesin Pompa Air Mitigasi Jalur Kebanjiran di Semarang

📅 Kamis, 08 Agu 2024, 20:49 WIB | Oleh: Tim Penulis
KAI Siapkan 13 Mesin Pompa Air Mitigasi Jalur Kebanjiran di Semarang Doc: ANTARA/Harianto
Ket. Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo diwawancara awak media di Semarang, Kamis (8/8/2024).

Jakarta - PT Kereta Ali Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang, Jawa Tengah, menyiapkan 13 unit pompa air sebagai langkah mitigasi menghadapi banjir yang sering melanda jalur kereta api di wilayah Stasiun Semarang Tawang saat musim penghujan tiba.

Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo di Semarang, Kamis mengakui bahwa Stasiun Semarang Tawang menjadi perhatian utama KAI, mengingat stasiun ini kerap terendam air ketika hujan deras turun.

"Jadi, kami siapkan lebih dari 13 pompa air untuk menyedot air air yang ada di sekitar Semarang Tawang," kata Franoto.

Meskipun operasional kereta api di stasiun itu tetap berjalan, upaya antisipasi terus dilakukan agar banjir tidak mengganggu perjalanan kereta.

Salah satu langkah antisipasi lainnya yang dilakukan KAI adalah dengan menyiapkan polder air atau tempat penampungan air di sekitar Stasiun Semarang Tawang. Polder ini dirancang untuk menampung air hujan dan air limpahan lainnya, sebelum dialirkan ke saluran yang lebih besar.

Sementara itu, untuk 13 pompa air disiapkan untuk menyedot air dari area sekitar polder Stasiun Semarang Tawang. Air yang disedot oleh pompa-pompa ini kemudian dialirkan ke polder yang telah disiapkan sebelumnya.

Setelah air terkumpul di polder, air tersebut akan dialirkan menuju Kali Semarang, dan akhirnya mengalir ke laut. Dengan sistem ini, KAI berharap dapat meminimalkan genangan air yang dapat mengganggu operasional kereta api.

"Jadi desain di stasiun Semarang Tawang itu ada namanya polder air atau tempat penampungan air. Jadi kita siapkan pompa air untuk menyedot air air yang ada di sekitar Semarang Tawang untuk dialirkan ke polder nanti dari polder itu mengalir ke kali Semarang selanjutnya ke laut," jelasnya.

Menurut dia, penyebab utama banjir di Stasiun Semarang Tawang adalah curah hujan yang tinggi, terutama pada musim penghujan. Selain itu, fenomena rob juga sering menjadi faktor penyebab terjadinya banjir.

"(Penyebab banjir) ya mungkin pertama curah hujan yang tinggi dan juga rob," katanya.

Langkah antisipasi itu merupakan bagian dari komitmen KAI dalam menjaga kelancaran operasional kereta api, terutama di daerah-daerah yang rawan banjir. Dengan menyiapkan pompa air dan polder, KAI berusaha memastikan bahwa layanan kereta api tetap berjalan tanpa hambatan.

KAI juga berharap, dengan adanya koordinasi yang baik antara berbagai pihak terutama Pemkot Semarang, maka masalah banjir di Stasiun Semarang Tawang dan jalur-jalur kereta api di sekitarnya dapat diminimalkan. Dengan begitu, perjalanan penumpang tetap aman dan nyaman meskipun di tengah cuaca ekstrem.

Ia menambahkan, upaya mitigasi menjadi bagian dari tanggung jawab KAI dalam menyediakan layanan transportasi yang andal dan aman bagi masyarakat, khususnya yang menggunakan kereta api di wilayah Semarang dan sekitarnya.

"Tentu kami selalu berkoordinasi dengan instansi terkait terutama dengan Pemkot Semarang untuk mengantisipasi kalaupun curah hujan tinggi, (tetapi) tidak menyebabkan terhentinya operasional kereta api," kata Franoto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.