Kadin Dorong Ekonomi Syariah Perkuat Pertumbuhan Nasional
📅 Jumat, 30 Jan 2026, 01:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: antara
Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai ekonomi syariah memiliki peluang strategis untuk mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada 2029.
“Kadin berharap ekonomi syariah Indonesia dapat terus memberikan manfaat nyata dan berkontribusi dalam mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Kepala Badan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Kadin Indonesia, Titi Khoiriah, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (29/1).
Seperti dikutip dari Antara, Titi mengatakan hal tersebut sejalan dengan peran Kadin sebagai mitra strategis pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah dan industri halal global.
“Target kita adalah menguasai pasar domestik, menjadi pemain utama ekonomi syariah, sekaligus memiliki daya saing kuat di pasar global,” ujarnya.
Salah satu inisiatif yang tengah dikembangkan Kadin adalah pembentukan Indonesia Sharia Economic Center sebagai wadah yang mempertemukan para pelaku usaha industri halal.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Melalui platform ini, Kadin Indonesia juga mendorong promosi dan penguatan Kadin Halal Hub sebagai pusat kolaborasi, fasilitasi, dan pengembangan industri halal nasional,” kata Titi.
Sementara itu, Kepala Kantor Komunikasi Kadin Indonesia Primus Dorimulu menilai Indonesia memiliki modal fundamental yang kuat untuk menjadi pusat ekonomi syariah global, mulai dari populasi Muslim terbesar di dunia, kerangka regulasi yang matang, hingga dukungan kelembagaan.
Namun, menurutnya, potensi tersebut belum sepenuhnya terintegrasi menjadi kekuatan ekonomi yang saling menguatkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kemajuan paling nyata justru terlihat di industri halal, terutama makanan dan minuman, kosmetik, farmasi, serta fesyen Muslim. Industri ini tumbuh pesat karena digerakkan oleh konsumsi domestik dan UMKM, didukung sertifikasi halal, digitalisasi rantai pasok, serta keterhubungan dengan pasar ekspor,” ujar Primus.
Upaya penguatan ekonomi syariah juga dilakukan melalui forum Kadin Sharia Economic Outlook 2026 bertema Driving Indonesia’s Halal Industry Competitiveness and Global Export Readiness, yang membahas arah dan prospek ekonomi syariah serta peran Kadin sebagai akselerator industri halal nasional.
Perjanjian Perdagangan
Di sisi perdagangan, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menyatakan Indonesia berpeluang meningkatkan ekspor produk halal seiring penguatan Perjanjian Pengakuan Bersama (Mutual Recognition Agreement/MRA) sertifikasi halal.
“Potensi tersebut terus meningkat seiring penguatan ekspor melalui Mutual Recognition Agreement atau MRA sertifikasi halal Indonesia yang telah diakui di 16 negara, serta kerja sama bilateral bidang halal dengan lima negara mitra,” kata Roro.
Ia menyebutkan pada 2024 nilai ekspor produk halal Indonesia mencapai 41,4 miliar dollar AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!