Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan Amazon Mencekik Kota Manaus Brazil
📅 Sabtu, 14 Okt 2023, 16:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Michael Dantas
BRASILIA - Manaus, kota terbesar di negara bagian Amazonas, Brazil, selama berhari-hari diselimuti kabut asap beracun akibat kebakaran hutan yang dipicu oleh pemerintah Brazil menyebutnya "penjahat".
Kota berpenduduk hampir dua juta jiwa ini terpaksa membatalkan sejumlah acara publik termasuk maraton.
Kebakaran di Amazon telah menimbulkan asap abu-abu di ibu kota negara bagian Amazonas di utara sejak Rabu (11/10).
Kualitas udara di kota ini termasuk yang terburuk di dunia, menurut Indeks Kualitas Udara Dunia.
"Asap ini merugikan kami. Masyarakat tidak tahu apa yang mereka lakukan dengan membakar hutan, banyak hewan yang mati," kata Maria Luiza Reis, warga Manaus berusia 72 tahun.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sungguh menyedihkan dan menyulitkan kami. Saya memakai masker agar tidak menghirup udara beracun itu karena saya sudah mempunyai masalah kesehatan," tambahnya.
Otoritas kesehatan telah mendesak penduduk kota sebisa mungkin menghindari paparan polusi udara.
Ada risiko yang signifikan, terutama penyakit pernapasan bagi mereka yang terpapar asap rokok, kata Marcio Garcia, Direktur Departemen Darurat Kesehatan Masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Amazonas, negara bagian terbesar di Brazil, mengalami kebakaran terburuk pada bulan Oktober dalam 25 tahun terakhir, menurut data dari Institut Nasional untuk Penelitian Luar Angkasa (INPE).
INPE mencatat 2.770 kebakaran sepanjang bulan ini hingga hari Kamis (12/10), meningkat 154 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2022.
Pemerintah mengumumkan pada Jumat (13/10) telah dua helikopter dan 149 petugas pemadam kebakaran untuk menambah jumlah petugas yang sudah memadamkan api di wilayah tersebut.
Menteri Lingkungan Hidup Marina Silva menyalahkan kebakaran tersebut kepada "penjahat" yang membakar hutan untuk dijadikan lahan pertanian.
"Tidak ada kebakaran alami di Amazon," kata Silva pada konferensi pers pada Jumat.
Kebakaran terjadi ketika wilayah tersebut mengalami kekeringan yang sangat parah, diperburuk oleh fenomena cuaca El Nino, yang menyebabkan permukaan sungai turun drastis.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!