Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kabar Gembira, Petani Siak Raih Peluang Baru dari Pengolahan Nanas

📅 Jumat, 23 Feb 2024, 07:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kabar Gembira, Petani Siak Raih Peluang Baru dari Pengolahan Nanas Doc: ANTARA/Shofi Ayudiana
Ket. Produk olahan Nenas Mahkota Siak oleh Pinaloka yang dipamerkan di kedai kopi Anomali Coffee di Jakarta, Kamis (22/2/2024).

Jakarta - Para petani nenas di Kabupaten Siak, Riau meraih peluang baru untuk meningkatkan pendapatan mereka dengan pengolahan nenas grade B dan C agar bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.

Pernyataan itu disampaikan Perwakilan Pinaloka dan Penggerak Laboratorium Alam Siak Lestari (ASL), Wulan Suci Ningrum, dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.

Pinaloka adalah merek yang menawarkan produk-produk nenas yang ditanam di lahan gambut, yang dikelola oleh kelompok usaha perempuan di Kabupaten Siak. Mereka mengembangkan produk-produk inovasi dari Nanas Mahkota Siak yang diambil dari para petani nanas lokal di Desa Tanjung Kuras, Kabupaten Siak.

Wulan mengatakan bahwa selama ini hanya nenas grade A yang dikumpulkan oleh tengkulak dan diekspor. Sedangkan, nenas grade B dan C, yang umumnya berukuran lebih kecil dan memiliki bentuk tidak sempurna, tidak memiliki nilai ekonomi dan sering terbuang.

"Karena tengkulak tidak pernah mau mengambil nenas grade B dan C, yang di bawah 1 kg. Jadi kami memanfaatkan itu supaya ada nilai ekonomisnya juga. Sehingga selain para petani ini dapat nilai ekonomi dari grade A, juga dapat nilai ekonomi dari semua nenas yang dihasilkan," ujar Wulan saat ditemui selepas jumpa pers.

Wulan menyebut Kabupaten Siak saat ini memiliki sekitar 3.000 hektar lahan nenas, ??dengan rata-rata satu hektar lahan nanas dapat menghasilkan 20-25 ton buah per tahun.

Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen nenas grade A akan diekspor, dan 30 persen nenas lainnya yang masuk dalam kategori grade B dan C diolah menjadi produk-produk turunan nanas, seperti sirup, selai, keripik, dan nanas kering.

Wulan mencontohkan pada awal 2023, sirup nanas yang diolah oleh kelompok usaha perempuan di Kabupaten Siak, hanya memproduksi 8 liter sirup.

Namun, Wulan mengatakan bahwa berkat kerja sama dengan berbagai mitra termasuk kedai-kedai kopi di Siak hingga Jakarta, peningkatan produksi sirup nanas tahun ini bisa mencapai 80 liter per bulan.

Peningkatan ini, kata dia, membantu para petani nenas di Kabupaten Siak untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari nenas yang mereka hasilkan.

"Memang karena belum terlalu besar (pasarnya), tetapi paling tidak mereka bisaupgradealat produksinya agar lebih baik. Mereka juga dapat penghasilan tambahan," ujar dia.

Nenas Mahkota Siak, hasil panen komunitas petani lokal di lahan gambut Kabupaten Siak, Riau, kini merambah hingga ke Jakarta, setelah sebelumnya hanya dipasarkan di Kabupaten Siak.

Nenas Mahkota Siak grade B dan C kini hadir menjadi bahan baku makanan dan minuman di salah satu kedai kopi di Jakarta, Anomali Coffee. Bekerja sama dengan Pinaloka dan Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), Anomali Coffee meluncurkan lima menu baru yang berbahan dasar Nenas Mahkota Siak.

Wulan berharap kolaborasi ini dapat makin meningkatkan transaksi Pinaloka dan perkembangan ekonomi masyarakat Siak.

Dikutip dari siaran pers, Wakil Bupati Siak Husni Merza mengatakan bahwa Kabupaten Siak berkomitmen untuk mendorong investasi lestari pada komoditas yang ramah gambut, termasuk nenas dengan bekerja sama dengan sejumlah mitra.

"Harapannya hilirisasi berbasis alam menjadi produk setengah jadi atau produk jadi seperti Pinaloka ini dapat terus tercipta dan tumbuh di Siak," kata Husni.

Ia menyebut Pinaloka saat ini bekerja sama dengan petani lokal dari Desa Tanjung Kuras, Penyengat, Temusai, dan Desa Lalang dengan potensi luasan perkebunan nanas mencapai 3.380 hektar, yang melibatkan 33 petani dan 21 perempuan untuk mengolah produk nanas. Targetnya, Pinaloka dapat melibatkan 100 petani pada 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

49 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.