Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jepang Tuntaskan Pembuangan Air Limbah PLTN Fukushima Tahap Ketiga

📅 Rabu, 22 Nov 2023, 00:17 WIB | Oleh:
Jepang Tuntaskan Pembuangan Air Limbah PLTN Fukushima Tahap Ketiga Doc: istimewa
Ket. Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi di Futabacho, Futabagun, Prefektur Fukushima, Jepang.

TOKYO - Operator Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima, mengatakan, tahap ketiga air radioaktif yang telah diolah untuk dibuang ke laut berakhir Senin (20/11).

"Putaran terakhir rampung tak lama setelah tengah hari, 7.753 ton air dari 10 tangki dibuang tanpa masalah apa pun yang dapat menghentikan pelepasannya. Pelepasan putaran ini dimulai pada 2 November," bunyi pernyataan Tokyo Electric Power Company Holdings (TEPCO).

"Analisis harian sampel air laut yang diambil dari 10 lokasi dalam jarak 3 kilometer dari PLTN tersebut menunjukkan konsentrasi tritium maksimum 11 becquerel per liter," ujarnya.

Angka tersebut jauh di bawah 700 becquerel per liter, tingkat yang ditetapkan oleh TEPCOuntuk menangguhkan pelepasan. Namun, TEPCO merencanakan tahap berikutnya pada tahun fiskal ini.

Dikutip dariNippon H?s? Ky?kai (NHK), seperti pada tahap sebelumnya, TEPCO melepaskan sekitar 7.800 ton air olahan ke sekitar satu kilometer lepas pantai melalui terowongan bawah air mulai 2 November.

Tiongkok dan Russia tetap menerapkan pembatasan impor produk kelautan dari Jepang sejak air nuklir olahan tersebut dibuang Agustus silam.

Pada tahap keempat pembuangan yang akan diselesaikan tahun fiskal ini sampai Maret, TEPCO berencana melepaskan 31.200 ton air olahan melalui sistem pemrosesan cairan canggih yang menghilangkan sebagian besar zat radioaktif, kecuali tritium.

Total tritium yang dilepaskan ke laut diperkirakan mencapai lima triliun becquerel atau kurang dari seperempat batas tahunan 22 triliun Becquerel.

TEPCO ingin membuang 1,34 juta ton air yang dikumpulkan di lebih dari seribu tangki di PLTN itu dalam tiga dekade ke depan setelah mengencerkannya dengan air laut hingga seper-40 tingkat konsentrasi tritium yang dibolehkan oleh standar keselamatan Jepang.

Sejak awal pembuangan, TEPCO mengaku telah mendeteksi maksimum 22 becquerel tritium per satu liter air laut dalam sampel yang diambil daerah dekat saluran keluar, jauh di bawah batas yang ditentukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia sebesar 10.000 becquerel untuk air minum.

PLTN Fukushima Daiichi mengalami tiga pelelehan akibat gempa bumi dan tsunami tahun 2011. Air yang digunakan untuk mendinginkan bahan bakar yang meleleh telah bercampur dengan air hujan dan air tanah.

Air yang terakumulasi tersebut diolah untuk menghilangkan sebagian besar zat radioaktif, tetapi masih mengandung tritium. Air yang telah diolah disimpan di lebih dari 1.000 tangki.

Sebelum melepaskan air olahan tersebut, TEPCO mengencerkannya untuk mengurangi kadar tritium menjadi sekitar sepertujuh dari tingkat pedoman air minum yang ditetapkan oleh WHO.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.