Jepang Inginkan Hubungan Stabil dan Konstruktif dengan Tiongkok
📅 Jumat, 21 Apr 2023, 02:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Kazuhiro NOGI
TOKYO - Jepang menginginkan hubungan konstruktif dan stabil dengan Tiongkok dan meminta Beijing untuk berperilaku bertanggung jawab. Hal itu disampaikan oleh Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, dalam sebuah sesi wawancara pada Kamis (20/4).
Hubungan antara kedua negara telah memburuk dalam beberapa tahun terakhir, dengan Jepang pada Desember lalu menyebut Tiongkok sebagai tantangan strategis terbesar yang pernah ada, yang kemudian menyebabkan Jepang mengumumkan perombakan keamanan besar-besaran termasuk lebih banyak pengeluaran di bidang pertahanan.
"Kami menghadapi lingkungan keamanan yang paling menantang dan kompleks sejak perang dan apa yang harus diprioritaskan, saya percaya, adalah diplomasi proaktif dengan Tiongkok," kata PMKishida dalam sesi wawancara dengan media asing termasukAFP.
"Jepang menginginkan hubungan yang konstruktif dan stabil dengan Beijing, yang membutuhkan upaya dari kedua belah pihak, dan kami akan terus meminta Tiongkok untuk bertindak secara bertanggung jawab," imbuh dia.
Jepang tahun ini menjadi adalah tuan rumah G7, dan pekan ini para menteri luar negeri kelompok itu menawarkan front persatuan tentang kekhawatiran tentang Tiongkok, memperingatkan Beijing dalam segala hal mulai dari klaim maritim hingga Taiwan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Para menteri luar negeri G7 pun memperingatkan Beijing atas aktivitas militerisasi di Laut Tiongkok Selatan (LTS) dan menuduhnya melakukan percepatan perluasan persenjataan nuklirnya.
Pernyataan itu memicu reaksi keras dari Beijing, yang menuduh kelompok itu telah memfitnah dan mencoreng nama baik Tiongkok.
Kementerian Luar Negeri Tiongkok pun mengatakan mereka telah mengajukan keberatan serius terhadap Jepang atas pernyataan tersebut, yang disebutnya dilontarkan dengan penuh kesombongan, prasangka dan niat jahat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketegangan di kawasan Asia timur itu dipicu oleh serangkaian acara termasuk latihan militer Tiongkok yang diluncurkan setelah presiden Taiwan bertemu dengan seorang politisi senior Amerika Serikat (AS).
Tiongkok menganggap Taiwan sebagai wilayahnya dan telah berjanji untuk membawa pulau itu di bawah kendalinya suatu hari nanti. Ia juga mengklaim seluruh Selat Taiwan sebagai perairan teritorialnya.
PM Kishida mengatakan menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan amat penting tidak semata hanya bagi Jepang, tetapi juga untuk stabilitas komunitas internasional, meskipun ia menolak menjelaskan bagaimana Jepang akan menanggapi jika terjadi invasi.
"Kami berharap isu-isu tentang Taiwan akan diselesaikan secara damai melalui dialog," tegas PM Kishida.
Hubungan Merenggang
PM Kishida pernah bertemu dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, di sela-sela pertemuan puncak tahun lalu, dan menteri luar negeri negara Jepang pun pernah mengunjungi Beijing bulan ini dalam perjalanan pertamanya sejak Desember 2019.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!