Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jangan Lupakan yang Satu Ini, Pemudik Diminta Pastikan BPJS Kesehatan Aktif Selama Mudik

📅 Jumat, 05 Apr 2024, 00:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jangan Lupakan yang Satu Ini, Pemudik Diminta Pastikan BPJS Kesehatan Aktif Selama Mudik Doc: ANTARA/HO-BPJS Kesehatan
Ket. Ilustrasi: Kartu Indonesia Sehat untuk para peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mengatakan kesehatan adalah faktor yang penting dalam mudik, oleh karena itu perlu memastikan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) aktif saat mudik.

"Peserta JKN yang ingin mudik ke luar kota dan membutuhkan obat, BPJS Kesehatan memberikan relaksasi agar peserta bisa mengambil obat lebih awal. Itu dapat dimanfaatkan asal kepesertaan aktif," kata Edy dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan obat juga bisa diambil di daerah tujuan, di apotek yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, asal dapat menunjukkan resep.

Edy juga meminta agar masyarakat hati-hati membawa oleh-oleh makanan. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makan (BPOM), kata dia, sebanyak 188.640 pangan tidak memenuhi ketentuan sehinggga harus diwaspadai. Selain itu ada makanan yang rusak atau kedaluwarsa dan ada juga ada makanan yang mengandung bahan kimia dilarang seperti formalin.

"Untuk makanan kemasan, perhatikan tanggal kedaluwarsa dan kemasannya masih bagus atau tidak. Nah untuk makanan olahan bisa dipastikan warna, tekstur, ataupun baunya tidak mencurigakan," ucapnya.

Selain kehati-hatian masyarakat, lanjut dia, pengawasan terhadap makanan ini juga harus lebih diperketat. Infrastruktur pun, menurutnya, perlu diperhatikan agar mudik semakin lancar.

Edy meminta fasilitas kesehatan terutama di jalur mudik dan daerah tujuan untuk tetap siaga. Menurutnya, manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan dan obat harus diperhatikan, sehingga momen Lebaran tetap bisa dinikmati baik SDM kesehatan maupun masyarakat.

"Masyarakat yang membutuhkan layanan tetap terlayani, di sisi lain petugas medis juga dapat merasakan momen Lebaran," ujarnya.

Yang perlu disoroti lagi, kata Edy, adalah adanya pos kesehatan di setiap simpul transportasi, misalnyarest area,stasiun, bandara, atau terminal.

Menurutnya adanya layanan kesehatan di setiap simpul transportasi dapat meminimalisir kasus kegawatan. Perjalanan jauh dan dalam kondisi puasa berisiko membuat kondisi tubuh tidak prima.

"Supir bus atau masyarakat yang ada keluhan kesehatan bisa memanfaatkan posko tersebut. Mereka diperiksa kondisi medisnya, diberi perawatan atau obat. Jika sudah sehat diperbolehkan jalan lagi," ujarnya.

Dia juga mengatakan posko kesehatan perlu berjejaring dengan fasilitas kesehatan, sehingga ketika terjadi kegawatan dapat segera dirujuk.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

43 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.