Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

James Watson, Penemu Struktur DNA yang Memicu Revolusi Bidang Kedokteran Meninggal Dunia

📅 Sabtu, 08 Nov 2025, 09:15 WIB | Oleh:
James Watson, Penemu Struktur DNA yang Memicu Revolusi Bidang Kedokteran Meninggal Dunia Doc: AP
Ket. Presiden Akademi Ilmu Pengetahuan Russia Vladimir Fortov (kanan) mengembalikan medali Nobel yang dilelang ke pengusaha Russia kepada James Watson di Moskow, 17 Juni 2015

James D. Watson, yang turut menemukan struktur tangga bengkok DNA pada tahun 1953, yang memicu revolusi di bidang kedokteran, pemberantasan kejahatan, silsilah, dan etika, meninggal dunia di usia 97 tahun.

Watson meninggal dunia di rumah perawatan setelah sakit sebentar, ungkap putranya pada hari Jumat (7/11). Laboratorium penelitiannya sebelumnya mengonfirmasi bahwa ia meninggal dunia sehari sebelumnya.

“Dia tidak pernah berhenti berjuang untuk orang-orang yang menderita penyakit,” kata Duncan Watson tentang ayahnya.

Terobosan yang diraih Watson, pria kelahiran Chicago yang saat itu baru berusia 24 tahun, menjadikannya sosok yang dihormati di dunia sains selama beberapa dekade. Namun, menjelang akhir hayatnya, ia menghadapi kecaman atas pernyataan-pernyataan yang menyinggung, termasuk pernyataan bahwa orang kulit hitam kurang cerdas dibandingkan orang kulit putih.

Watson meraih Hadiah Nobel tahun 1962 bersama Francis Crick dan Maurice Wilkins atas penemuan mereka bahwa asam deoksiribonukleat, atau DNA, merupakan heliks ganda, yang terdiri dari dua untai yang melilit satu sama lain untuk menciptakan sesuatu yang menyerupai tangga panjang yang meliuk perlahan.

Kesadaran itu merupakan sebuah terobosan. Hal itu langsung menunjukkan bagaimana informasi keturunan disimpan dan bagaimana sel menduplikasi DNA mereka ketika membelah. Duplikasi dimulai dengan dua untai DNA yang terpisah seperti ritsleting.

Bahkan di kalangan non-ilmuwan, heliks ganda akan langsung menjadi simbol sains yang dikenali, muncul di tempat-tempat seperti karya Salvador Dali dan perangko Inggris.

Penemuan ini membantu membuka pintu bagi perkembangan yang lebih baru seperti mengutak-atik susuna genetik makhluk hidup, mengobati penyakit dengan memasukkan gen ke dalam pasien, mengidentifikasi jenazah manusia dan tersangka kriminal dari sampel DNA, serta menelusuri sislisalh keluarga dan nenek miyang manusia purba.

Namun, penemuan ini juga memunculkan sejumlah pertanyaan etis, seperti apakah kita harus mengubah cetak biru tubuh untuk alasan kosmetik atau dengan cara yang diwariskan kepada keturunan seseorang.

"Francis Crick dan saya membuat penemuan abad ini, itu cukup jelas," kata Watson suatu kali. Ia kemudian menulis: "Tidak mungkin kami bisa meramalkan dampak eksplosif heliks ganda terhadap sains dan masyarakat."

Watson tidak pernah membuat temuan laboratorium sebesar itu lagi. Namun, dalam dekade-dekade berikutnya, ia menulis buku teks yang berpengaruh dan memoar terlaris, serta membantu memandu proyek pemetaan genom manusia. Ia memilih ilmuwan muda yang cerdas dan membantu mereka. Ia juga menggunakan prestise dan koneksinya untuk memengaruhi kebijakan sains.

Motivasi awal Watson untuk mendukung proyek gen tersebut bersifat pribadi: Putranya Rufus telah dirawat di rumah sakit dengan kemungkinan diagnosis skizofrenia, dan Watson memperkirakan bahwa mengetahui susunan DNA yang lengkap akan sangat penting untuk memahami penyakit itu — mungkin pada waktunya untuk membantu putranya.

Ia mendapat perhatian yang tidak diinginkan pada tahun 2007, ketika Majalah Sunday Times London mengutipnya yang mengatakan bahwa ia "pada dasarnya pesimistis tentang prospek Afrika" karena "semua kebijakan sosial kita didasarkan pada fakta bahwa kecerdasan mereka sama dengan kita — sementara semua hasil tes menunjukkan sebaliknya." Ia mengatakan meskipun ia berharap semua orang setara, "orang-orang yang harus berurusan dengan karyawan kulit hitam mendapati bahwa hal ini tidak benar."

Ia kemudian meminta maaf, tetapi setelah dunia heboh dengan pernyataannya itu, ia diskors dari jabatannya sebagai rektor di Laboratorium Cold Spring Harbor yang bergengsi di New York. Ia pensiun seminggu kemudian. Ia telah menjabat berbagai posisi kepemimpinan di sana selama hampir 40 tahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.