Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jakarta Dorong Pendidikan Budaya Betawi di Sekolah

📅 Minggu, 13 Jul 2025, 16:00 WIB | Oleh:
Jakarta Dorong Pendidikan Budaya Betawi di Sekolah Doc: Pexels

JAKARTA - Ketua DPRD DKI, Khoirudin, mengajukan gagasan agar pelajaran budaya Betawi tidak hanya tampil dalam acara seremonial, tetapi juga dimasukkan ke kurikulum formal di sekolah-sekolah Jakarta. Ia menegaskan, “Sekolah adalah agen perubahan sosial. Mereka memegang peranan menentukan kelestarian budaya Betawi jika diajarkan kepada anak-anak di sekolah,” dan siap berdialog dengan Dinas Pendidikan DKI untuk menetapkan pengajaran tersebut.

Khoirudin menyebut telah meminta izin gubernur untuk memasukkan mata pelajaran budaya Betawi dan menekankan bahwa materi pelajaran mesti disusun oleh praktisi langsung budaya itu. Ia menambahkan bahwa DPRD tengah mempersiapkan regulasi kemajuan budaya Betawi meski saat ini belum menjadi bagian dari 30 perda yang diuji di legislatif.

Menurut Khoirudin, setelah regulasi masuk ke badan pembentukan perda, proses selanjutnya adalah pembahasan oleh Bapemperda dan Bamus bersama pelaku budaya. Ini akan memperkuat pijakan hukum dan legitimasi pengajaran budaya Betawi di sekolah formal.

Sementara itu, Pemprov DKI menyatakan memandang pengembangan budaya Betawi sebagai strategi penting guna memperkuat identitas kota serta meningkatkan nilai branding internasional Jakarta. Kerangka ini tertuang dalam RPJMD lewat roadmap kemajuan budaya ibu kota.

Lewat Dinas Kebudayaan, Pemprov menegaskan penyelamatan serta perkembangan budaya Betawi menjalankan empat langkah strategis: perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan. Pendekatan tersebut diyakini krusial untuk mempertahankan keragaman budaya Jakarta dan mencapai status kota global berbasis akar budaya lokal .

Upaya konkret terlihat dalam beberapa kegiatan, seperti pengenalan ekstrakurikuler pencak silat dan integrasi konten lokal di kurikulum sekolah. Dalam pernyataannya, Kepala Dinas Kebudayaan Mochamad Miftahulloh menyatakan, “Kami ingin generasi muda mencintai akar budaya mereka dan menjadikan budaya Betawi bagian dari kehidupan sehari-hari,” sebagai strategi memastikan pelestarian di ranah pendidikan formal .

Dengan memasukkan mata pelajaran budaya, termasuk pencak silat, ke dalam kurikulum, FSK yang mengacu nostalgia Jakarta lama mencoba memperkukuh kesadaran identitas di tengah arus modernisasi. Ini menunjukkan komitmen Pemprov DKI dalam membumikan warisan lokal sejak dini .

Informasi dari survei dan kajian independen menunjukkan bahwa eksistensi seni tradisional Betawi, seperti gambang kromong, tanjidor, lenong, dan kesenian lainnya, kian terkikis oleh perubahan sosial dan tekanan kota besar. Pasalnya pelaku seni tradisional mengalami kesulitan dalam pendanaan dan regenerasi, sedangkan minat generasi muda belum sepenuhnya terbentuk.

Melalui ekosistem budaya yang dirancang mencakup pendanaan reguler, revitalisasi infrastruktur budaya seperti studio atau panggung, serta kampanye audiens, pemerintah berharap sekaligus memupuk industri lokal kreatif Betawi. Tekanan pandemi juga telah menunjukkan bahwa bantuan pemerintah dan kesempatan tampil mesti lebih proaktif diberikan kepada para seniman tradisional .

Lokasi seperti Setu Babakan juga mendapat perhatian sebagai pusat kebudayaan Betawi, di mana revitalisasi dan dukungan infrastruktur tengah dilakukan agar kesenian dan bahasa Betawi tetap hidup di tengah tekanan perkotaan. Desa budaya ini berfungsi sebagai pusat pembelajaran dan pengenalan budaya Betawi bagi generasi muda dan wisatawan.

Pada akhirnya, inisiatif pengintegrasian pembelajaran budaya Betawi ke kurikulum sekolah melibatkan sinergi antara legislatif, eksekutif, pelaku budaya tradisional, dan masyarakat. Tujuannya ialah menciptakan pondasi untuk warisan budaya yang lestari, relevan, dan berdaya saing di Jakarta yang semakin modern dan multietnis .

Dengan demikian, ajakan untuk memperkenalkan budaya Betawi dalam mata pelajaran formal bukan semata simbolis, tetapi bentuk aksi konkret yang bisa menghasilkan regenerasi budaya serta menjadikan sekolah sebagai inkubator kebanggaan lokal dan identitas kota.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

35 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.