Jajak Pendapat Terbaru, Krisis Perbankan Turunkan Tingkat Penerimaan Publik kepada Joe Biden
📅 Sabtu, 25 Mar 2023, 01:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Kedubes AS di Jakarta
Jakarta - Jajak pendapat terbaru, krisis perbankan di Amerika Serikat yang makin merunyamkan masalah ekonomi negeri itu, yang sudah didera krisis inflasi selama berbulan-bulan, telah menurunkan tingkat penerimaan publik kepada Presiden Amerika Serikat Joe Biden.
Menurut US News and World Report, peringkat penerimaan Joe Biden mencapai titik paling rendah dalam bulan ini.
Mengutip hasil jajak pendapat AP/NORC yang dirilis Kamis waktu setempat, laman US News and World Report menyebutkan tingkat penerimaan Biden turun dari 45 persen bulan lalu menjadi 38 persen bulan ini.
Menurut jajak pendapat itu juga, hanya 31 persen warga Amerika Serikat yang yakin Biden mampu mengatasi krisis perbankan dan inflasi yang lagi menerjang negeri itu.
Rakyat Amerika Serikat, berdasarkan jajak pendapat AP/NORC itu, semakin pesimistis pemerintahnya telah membawa negara ke jalur benar. Hanya 28 persen yang menilai pemerintahan Biden tengah membawa Amerika ke dalam jalur ekonomi yang benar.
Survei ini digelar pada saat Biden bersiap mengampanyekan pencalonannya lagi sebagai presiden AS.
Biden berusaha memenangisuara kelas menengah tanpa harus meminggirkan kalangan progresif dalam Partai Demokrat. Dia juga dipaksa menjawab kekhawatiran soal usianya yang sudah sepuh.
Namun, berbagai jajak pendapat menunjukkan sentimen dalam tubuh Partai Demokrat justru menguntungkan Biden di mana 76 persen kaum Demokrat mengapresiasi kinerja pemerintahan Biden, sedangkan 63 persen kaum Demokrat menilai Biden sudah benar dalam mengelola perekonomian AS.
Selain tengah memerangi inflasi tinggi, Pemerintah AS sedang direpotkan oleh dampak ambruknya Silicon Valley Bank. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk mencegah terjadinya krisis pada sistem perbankan AS.
Tahun ini sudah memasuki proses pemilu di Amerika Serikat, tapi sejauh ini Biden belum resmi menyatakan akan mencalonkan kembali.
Sebaliknya, mantan lawannya dalam Pemilu 2020 yang juga presiden sebelum dia, Donald Trump, pada November 2022 sudah menyatakan akan mencalonkan diri lagi.
Pemilihan presiden AS digelar pada 5 November 2024. Pemenang pemilihan presiden AS ini akan dilantik pada 20 Januari 2025.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!