Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IOC: Sanksi atas Russia dan Belarusia tak Bisa Ditawar

📅 Rabu, 01 Feb 2023, 13:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
IOC: Sanksi atas Russia dan Belarusia tak Bisa Ditawar Doc: ISTIMEWA
Ket. Olimpiade Paris

JAKARTA - Komite Olimpiade Internasional (IOC) pada Selasa bersikeras bahwa sanksi olahraga terhadap Russia dan Belarusia, yang diberlakukan menyusul invasi Moskow ke Ukraina, tidak bisa ditawar atau dinegosiasikan.

Kepala Komite Olimpiade Nasional Russia lebih awal pada hari ini menyatakan bahwa para atlet yang mewakili Russia tidak boleh mendapat perlakuan yang berbeda dari mereka yang berasal dari negara-negara lain, menyusul kekhawatiran soal partisipasi mereka di Olimpiade 2024.

Merespon hal tersebut, IOC menyatakan peraturan yang melarang warga Russia berkompetisi di bawah bendera Russia, lagu kebangsaan atau warna kebesaran mereka tetap diberlakukan.

"Sanksi terhadap negara dan pemerintah Russia dan Belarusia tidak bisa dinegosiasikan," kata juru bicara IOC kepada AFP.

"Mereka telah dikonfirmasi dengan suara bulat dalam pertemuan tingkat tinggi Olimpiade pada 9 Desember.

"Yang berbunyi: Tidak ada ajang olahraga internasional yang digelar atau didukung oleh federasi olahraga internasional atau komite Olimpiade nasional di Russia atau Belarusia.

"Tidak ada bendera, lagu kebangsaan, warna atau identifikasi apa pun lainnya dari negara-negara ini yang dipertontonkan di ajang olahraga atau pertemuan apa pun, termasuk di keseluruhan venue.

"Tidak ada pemerintah atau ofisial Russia dan Belarusia yang diundang atau diakreditasi untuk ajang atau pertemuan olahraga internasional."

Dari wilayahnya sendiri dan dari Belarusia, Russia melakukan invasi ke Ukraina pada 24 Februari, tiga hari setelah penutupan Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing.

Tindakan tersebut dianggap telah melanggar piagam Olimpiade dan gencatan senjata selama berlangsungnya pesta olahraga dunia yang tertuang dalam Olympic Truce.

IOC memberi sanksi yang sepatutnya kepada Moskow dan Minsk.

Akan tetapi, IOC pada pekan lalu menyatakan pihaknya sedang meninjau "jalan" bagi Russia untuk bisa berpartisipasi dalam Olimpiade Paris, kemungkinan sebagai atlet netral ketimbang berada di bawah bendera negara mereka.

Pengumuman itu memicu reaksi keras dari Kiev. Ukraina bahkan telah mengancam akan memboikot Olimpiade musim panas di Paris apabila Russia diizinkan berkompetisi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.