Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ini yang Dilakukan Pemkab Lumajang untuk Antisipasi Merajalelanya Hama Tikus

📅 Sabtu, 27 Jul 2024, 00:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ini yang Dilakukan Pemkab Lumajang untuk Antisipasi Merajalelanya Hama Tikus Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Lumajang
Ket. Pj Bupati Lumajang Indah Wahyuni meninjau rumah burung hantu di Desa Yosowilangun, Jumat (26/7/2024).

Lumajang - Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur menggalakkan pemasangan rumah burung hantu sebagai upaya untuk mengantisipasi ancaman hama tikus demi mengamankan produksi pertanian di kabupaten setempat.

"Hal ini didasari perkembangan populasi hama tikus di lahan pertanian di beberapa daerah di wilayah Lumajang," kata Penjabat Bupati Lumajang Indah Wahyuni dalam Gerakan Massal Pengendalian Hama Tikus dan pemasangan rumah burung hantu di Desa Yosowilangun Lor, Jumat.

Ia mengatakan sejak Januari 2024 total lahan pertanian yang mendapat serangan hama tikus mencapai 50,4 hektare (ha) dengan rincian tanaman padi 45,95 ha dan jagung 4,95 ha.

"Serangan paling parah itu ada di empat desa yakni Jarit, Kloposawit, Bades, dan Jatigono," katanya.

Ia berharap pengendalian hama tikus dapat dilakukan secara serentak antarkelompok tani desa dan kecamatan untuk mencegah turunnya produksi pertanian.

"Lumajang merupakan daerah sentra pertanian, kalau seandainya tidak segera diberantas pasti akan mempengaruhi ketahanan pangan dan itu berpengaruh pada daerah sekitar juga ikut terdampak," ujarnya.

Ia juga meminta ada kebijakan dari kepala desa untuk mengalokasikan anggaran desanya ke penanganan gerakan pengendalian untuk mendukung daerah-daerah endemis tikus di lingkup desa.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang Hairil Diani mengatakan rumah burung hantu yang telah terpasang di Kabupaten Lumajang tercatat 93 unit.

"Kami juga akan mengupayakan penambahan rumah burung hantu dan mengupayakan agar rumah itu bisa ditempati oleh burung hantu," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

39 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.