Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Industri Mamin Topang Kinerja IPNM, Wamenperin Dorong Hilirisasi Terintegrasi

📅 Rabu, 11 Feb 2026, 12:40 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Industri Mamin Topang Kinerja IPNM, Wamenperin Dorong Hilirisasi Terintegrasi Doc: istimewa
Ket. Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza (kanan) didampingi Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika (kedua dari kanan) saat melakukan kunjungan ke PT Haldin Pacific di Cikarang, Jawa Barat

Industri Mamin Topang Kinerja IPNM, Wamenperin Dorong Hilirisasi Terintegrasi

JAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat daya saing sektor industri pengolahan nonmigas (IPNM) melalui percepatan hilirisasi berbasis komoditas agro dan peningkatan nilai tambah produk makanan dan minuman nasional, seiring dengan perannya yang strategis sebagai penopang utama perekonomian nasional.

Pada tahun 2025, sektor IPNM mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,30 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,01 persen, dengan kontribusi sebesar 19,07 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sementara pada periode triwulan I-III tahun 2025, sektor IPNM telah menyerap tenaga kerja sebanyak 20,26 juta orang. Adapun kontribusi ekspor IPNM mencapai 80,27 persen dari total ekspor nasional sepanjang Januari-November 2025.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menegaskan bahwa salah satu penopang utama kinerja sektor IPNM berasal dari subsektor industri makanan dan minuman. Menurutnya, subsektor ini memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. “Kami mendorong pelaku industri untuk terus berinovasi, memperkuat sinergi hulu-hilir, dan meningkatkan akses pasar ekspor,"ucap Wamenperin di Jakarta, Rabu (11/2).

Faisol menjelaskan, pada periode triwulan I-III 2025, sektor industri makanan dan minuman (mamin) tumbuh sebesar 6,23 persen dengan kontribusi industri mamin terhadap IPNM sebesar 41,06 persen. Pada periode yang sama, realisasi investasi industri mamin tercatat sebesar Rp80,49 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 6,67 juta orang per Agustus 2025.

Dalam rangka memperkuat pengembangan industri agro, Wamenperin bersama jajaran melakukan kunjungan ke PT Haldin Pacific Semesta untuk meninjau aktivitas produksinya. Dalam kunjungannya, Wamenperin menyampaikan bahwa industri ekstrak bahan alam memiliki potensi besar untuk mendukung hilirisasi nasional dan memperluas peluang ekspor.

"Kami melihat potensi besar dari industri ekstrak bahan alam dalam menciptakan nilai tambah tinggi dan memperkuat ekspor. Pemerintah akan terus mendukung melalui kebijakan yang berfokus pada daya saing, penguatan rantai pasok lokal, serta peningkatan SDM dan teknologi,"ungkapnya.

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, pada kesempatan yang sama menegaskan pentingnya penguatan kapasitas industri agro melalui penerapan teknologi, peningkatan mutu, dan optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam nasional.

Industri pengolahan berbasis bahan alam seperti rempah, kopi, teh, dan kakao memiliki peran strategis dalam menciptakan nilai tambah. "Hilirisasi komoditas ini akan meningkatkan kemampuan industri kita dalam memenuhi kebutuhan domestik sekaligus memperluas penetrasi ekspor," ujar Putu.

Lebih lanjut, Putu menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan beragam instrumen kebijakan untuk meningkatkan kinerja industri pengolahan berbasis bahan alam, salah satunya melalui program restrukturisasi mesin/peralatan industri. 

“Program ini bertujuan adalah untuk meningkatkan ketersediaan bahan baku, mendukung program substitusi impor dalam mewujudkan kemandirian industri, serta meningkatkan daya saing melalui peningkatan efisiensi, produktivitas, dan penggunaan teknologi terbaru yang ramah lingkungan," kata Putu.

Gandeng petani lokal

PT Haldin Pacific merupakan perusahaan nasional berbasis bahan alami yang mengolah komoditas lokal menjadi produk bernilai tambah bagi kebutuhan industri. Perusahaan ini memproduksi ekstrak rempah, bumbu, teh, kopi, essence alami, serta berbagai bahan pangan fungsional yang telah diekspor ke puluhan negara.

Selain itu, perusahaan tersebut menjalin kemitraan langsung dengan petani lokal untuk memastikan kualitas bahan baku, sekaligus berkontribusi pada pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Proses produksi yang diterapkan menjadi contoh nyata integrasi huluhilir industri berbasis bahan alami di Indonesia. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

26 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.