Industri Kuat Berawal dari Produktivitas: Menaker Dorong Transformasi Tenaga Kerja
📅 Senin, 10 Nov 2025, 17:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Raisan Al Farisi.
JAKARTA – Memperkuat daya saing industri nasional menjadi kunci untuk menjaga ketahanan ekonomi dan meningkatkan posisi Indonesia di pasar global.
Dalam menghadapi persaingan internasional dan arus produk impor, industri nasional perlu bertransformasi melalui inovasi, efisiensi produksi, serta pemanfaatan teknologi dan sumber daya manusia berkualitas.
Penguatan ekosistem industri juga memerlukan dukungan kebijakan pemerintah yang mendorong investasi, riset, dan hilirisasi. Dengan daya saing yang kuat, industri nasional dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan penciptaan lapangan kerja.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa peningkatan produktivitas merupakan kunci utama untuk memperkuat daya saing industri nasional.
Saat Kickoff Pekan Peningkatan Produktivitas di Jakarta, Senin (10/11), Yassierli menyampaikan bahwa produktivitas adalah strategi fundamental untuk meningkatkan kualitas produk, efisiensi proses, serta daya saing perusahaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Peningkatan produktivitas dapat dilakukan dengan intervensi 4P yakni people, product, process, dan policy, dan inilah yang kemudian dibutuhkan oleh industri kita saat ini untuk meningkatkan daya saingnya," kata Yassierli.
Yassierli menyampaikan bahwa Indonesia saat ini memiliki 153,05 juta angkatan kerja, dengan mayoritas masih berpendidikan pada tingkat dasar dan menengah.
Dari jumlah tersebut, sekitar 39 persen bekerja di sektor formal, sementara 56 persen lainnya berada di sektor informal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menaker menekankan pentingnya strategi skilling, upskilling, dan reskilling agar tenaga kerja tetap relevan menghadapi disrupsi teknologi, kecerdasan buatan, serta tuntutan green jobs atau pekerjaan hijau.
Yassierli menyampaikan Indonesia masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan produktivitas. tenaga kerja.
Ia menyebut bahwa dalam enam hingga tujuh tahun terakhir, produktivitas tenaga kerja Indonesia masih sekitar 10 persen di bawah rata-rata negara anggota ASEAN lainnya.
Rata-rata produktivitas tenaga kerja ASEAN berada di kisaran 30,2 ribu dolar AS per pekerja, sedangkan produktivitas tenaga kerja Indonesia hanya sekitar 28,6 ribu dolar AS per pekerja.
Menaker menekankan perlunya terobosan agar Indonesia mampu mengejar ketertinggalan di kawasan dan bersaing dengan negara-negara seperti China, Vietnam, dan India.
Ia menuturkan pemerintah telah melaksanakan sejumlah program strategis untuk mendukung peningkatan produktivitas nasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!