PTDI Siap Unjuk Gigi di Langit Dunia Lewat LIMA 2025
📅 Rabu, 21 Mei 2025, 23:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ HO-PTDI
BANDUNG – Keikutsertaan dalam pameran kedirgantaraan sangat penting, baik bagi industri, pengamat, maupun masyarakat umum.
Pameran ini menjadi platform penting untuk memperlihatkan kemajuan teknologi kedirgantaraan, memperluas jaringan, dan mendapatkan informasi terkini tentang industri ini.
PT Dirgantara Indonesia (PTDI) mengatakan, keikutsertaan mereka di perhelatan The 17th Langkawi International Maritime & Aerospace Exhibition (LIMA) 2025, adalah untuk eksistensi hingga perluasan jangkauan global.
"Sebagai satu-satunya industri manufaktur pesawat terbang di Asia Tenggara, kehadiran PTDI di ajang ini menjadi bagian dari upaya perluasan jangkauan global, sekaligus mempertahankan eksistensi industri dirgantara nasional di kancah internasional," kata Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan dalam keterangan di Bandung, Rabu (21/5).
Dalam kegiatan yang berlangsung di Mahsuri International Exhibition Centre (MIEC) – Booth A001a, pada 20-24 Mei 2025 ini, pesawat CN235-220 milik Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM), hasil produksi PTDI turut ditampilkan di area static display yang mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan terhadap kualitas pesawat buatan Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, pesawat CN235-220 ini juga difungsikan sebagai platform siaga Air Ambulance selama penyelenggaraan LIMA 2025 yang menunjukkan fleksibilitas misi dan keandalan pesawat CN235-220 dalam mendukung berbagai kebutuhan operasional, termasuk penanganan situasi darurat dan layanan kemanusiaan.
"Ini mencerminkan tingginya kepercayaan mereka pada kualitas PTDI, yang ditunjukkan dengan keyakinan mereka untuk menampilkan pesawat ini di ajang bergengsi LIMA 2025," ucap Gita.
Melalui LIMA 2025, PTDI menggarisbawahi kapabilitasnya dalam layanan pemeliharaan dan modernisasi pesawat, serta pengembangan simulator, yang memperkuat posisi PTDI dalam merespons meningkatnya kebutuhan pasar atas kompetensi inti yang antara lain terdiri dari layanan pemeliharaan lifecycle pesawat yang terintegrasi guna memastikan fleet readiness, serta kebutuhan pelatihan pilot yang andal.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dengan layanan yang menyeluruh, PTDI tidak hanya mengatasi tantangan operasional, tetapi juga turut mendorong pengembangan kapabilitas teknis dan sumber daya manusia di sektor dirgantara, sehingga memperkuat daya saing dan kesiapan operasional di tingkat regional," ucapnya.
Salah satu pencapaian yang membanggakan, lanjut dia, adalah keberhasilan PTDI dalam mengkonversi 3 (tiga) unit pesawat CN235-220 Military Transport milik Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) menjadi Maritime Patrol Aircraft (MPA).
Pekerjaan konversi ini merupakan bagian dari program Maritime Security Initiative (MSI) yang telah dikerjakan secara bertahap pada periode tahun 2022-2023 dan merefleksikan komitmen PTDI dalam mendukung peningkatan kapabilitas pesawat untuk misi-misi khusus di lingkungan customer.
Sub bisnis Aircraft Services (ACS) PTDI sendiri terus menunjukkan pertumbuhan positif, baik dalam hal cakupan layanan maupun eksistensinya di pasar global. Aktivitas pengembangan pasar ACS PTDI kini diperkuat bersama Anak Perusahaannya, yaitu IPTN North America Inc. (INA, Inc.), untuk kawasan Afrika dan Amerika Latin.
Sementara PT Nusantara Turbin & Propulsi (PT NTP) yang juga merupakan Anak Perusahaan PTDI, berfokus pada layanan Maintenance, Repair & Overhaul (MRO) mesin dan sistem propulsi, termasuk teknologi turbin canggih.
Selain itu, PTDI saat ini tengah mendorong percepatan pengembangan full-flight simulator dan sistem pelatihan terintegrasi untuk pesawat CN235-220, N219, serta helikopter hasil kerja sama strategis dengan Original Equipment Manufacturer (OEM) global.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!