Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia Dinilai Perlu Lompatan Produktivitas untuk Percepat Pertumbuhan

📅 Kamis, 29 Jan 2026, 20:20 WIB | Oleh:
Indonesia Dinilai Perlu Lompatan Produktivitas untuk Percepat Pertumbuhan Doc: Prasasti
Ket. Pidato Pembukaan Prasasti Economic Forum 2026 oleh Burhanuddin Abdullah, Board of Advisors Prasasti, di Jakarta pada hari Kamis (29/1). Forum ini menyoroti tantangan struktural ekonomi Indonesia. Prasasti memproyeksikan pertumbuhan PDB 2026 di kisaran 5,0–5,3% di tengah dinamika global.

JAKARTA — Prasasti Center for Policy Studies (Prasasti) menyelenggarakan Prasasti Economic Forum 2026 sebagai ruang dialog strategis untuk membahas arah perekonomian Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Forum yang diadakan di Jakarta pada hari Kamis (29/1) ini menjadi momentum penting untuk memperdalam diskusi mengenai tantangan struktural ekonomi nasional, sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis menuju pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, Burhanuddin Abdullah, Board of Advisors Prasasti, menegaskan bahwa perekonomian Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang tidak semata bersifat siklis, melainkan struktural. Burhan mengapresiasi fakta bahwa selama lebih dari satu dekade, Indonesia mampu menjaga pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen secara konsisten. Namun, capaian tersebut sekaligus mencerminkan keterbatasan kemampuan ekonomi nasional untuk berakselerasi ke tingkat yang lebih tinggi.

“Ekonomi Indonesia menunjukkan gejala inersia, yaitu kecenderungan untuk bertahan pada pola lama. Kita berhasil menjaga stabilitas, tetapi belum cukup kuat mendorong lompatan produktivitas. Tantangan kita bukan kurangnya pertumbuhan, melainkan bagaimana keluar dari pola yang membuat pertumbuhan sulit dipercepat,” ujar Burhanuddin, melalui siaran pers pada hari Kami (29/1).

Menurutnya, untuk keluar dari inersia tersebut dibutuhkan keberanian kebijakan, penguatan kelembagaan, serta peningkatan kualitas koordinasi lintas sektor. Kepercayaan terhadap institusi dan konsistensi arah kebijakan menjadi fondasi penting dalam mendorong investasi, inovasi, dan keberanian mengambil risiko produktif. 

Sejalan dengan pandangan tersebut, Executive Director Prasasti, Nila Marita, menegaskan peran Prasasti sebagai platform kolaboratif yang mempertemukan perspektif pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam mendukung perumusan kebijakan publik yang inklusif dan berorientasi ke depan.

“Sebagai think tank, Prasasti berpegang pada tiga pendekatan utama: rekomendasi yang data-driven, berbasis kolaborasi, dan berorientasi pada solusi. Melalui forum ini, kami ingin membangun pemahaman bersama mengenai tantangan dan peluang ekonomi Indonesia, serta mendorong pertukaran gagasan yang tidak hanya konstruktif, tetapi juga aplikatif,” ujar Nila.

Dalam kesempatan itu, Research Director Prasasti, Gundy Cahyadi, menyampaikan bahwa Prasasti memproyeksikan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2026 berada di kisaran 5,0–5,3 persen.

Proyeksi tersebut ditopang oleh sejumlah faktor utama. Pertama, konsumsi domestik diperkirakan menunjukkan perbaikan seiring stabilisasi kepercayaan konsumen, meskipun ruang akselerasinya masih terbatas. Kedua, kualitas dan efektivitas eksekusi fiskal akan menjadi faktor kunci, terutama di tengah ruang penerimaan negara yang relatif sempit. Ketiga, dinamika nilai tukar rupiah perlu dicermati secara hati-hati.

“Pelemahan rupiah di satu sisi dapat memberikan dorongan terhadap kinerja ekspor, namun pada saat yang sama berpotensi menahan laju investasi, khususnya pada sektor-sektor yang bergantung pada impor barang modal,” jelas Gundy.

Dalam konteks tersebut, Prasasti menekankan pentingnya penguatan investasi sebagai mesin pertumbuhan jangka menengah dan panjang, disertai percepatan transformasi struktural untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas ekonomi nasional.

Sebagai penutup, Prasasti menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi lintas sektor dalam mendukung proses perumusan kebijakan ekonomi yang berbasis data dan berorientasi solusi. Melalui forum ini, Prasasti berharap dapat berkontribusi dalam navigasi arah ekonomi Indonesia menuju pertumbuhan yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.