Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia di Antara 10 Negara Penghasil E-Waste Terbesar di Dunia

📅 Selasa, 16 Jul 2024, 13:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia di Antara 10 Negara Penghasil E-Waste Terbesar di Dunia Doc: istimewa
Ket. Bagong Suyoto

Oleh Bagong Suyoto

Ketua Yayasan Pendidikan Lingkungan Hidup dan Persampahan Indonesia (YPLHPI)

Ketua Koalisi Persampahan Indonesia (KPNas)

Setiap hari kita bisa melihat truk-truk sampah membawa sampah domestik bercampur limbah elektronik ke tempat pembuangan akhir (TPA)/TPST, bahkan ada yang mengambang di sungai dan pesisir. Limbah elektronik atau popular disebut electronic waste (e-waste), seperti radio/tape recorce, tv, kulkas, telepon, handphone seluler, kumputer, peralatan medis, dll.

Ketika musim banjir semakin jumlah banyak e-waste dibuang ke TPST Bantargebang, TPA Sumurbatu Kota Bekasi, TPA Burangkeng Kabupaten Bekasi, dll.

E-waste di TPA/TPST dipungut pemulung disatukan dengan sampah jenis lain, lalu dijual pada pengepul. Selanjutnya sampah itu dipilah sesuai jenisnya. Contoh jenis PET, PP gelas, PK, Naso, ember, sampah elektronik (impek, ABS), dll. Sortir e-waste dipisahkan antara logam/kaleng, kabel, busa, dan plastik. Pengelolaan e-waste bisa ditemukan di sejumlah titik di sekitar TPST Bantargebang, TPA Sumurbatu, dll. Juga di sekitar kawasan industri dan pemukiman padat.

Bahkan, sejumlah tukang sortir, pekerja pencacahan e-waste tidak menggunakan alat pelindung diri (APD), seperti masker, sarung tangan, topi, sepatu boot, dll. Padahal, material yang dipegang, dilihat dan hirup setiap hari adalah material yang mengandung logam berat.

E-waste setelah dipilah jadi partai kecil, seterusnya dicacah dalam bentuk potongan kecil-kecil. Kemudian cacahan tersebut dijual ke pabrik proses biji plastik/pallet di wilayah Jabodetabek. Biji plastik merupakan bahan cetak atau daur ulang.

Para pekerja di pabrik proses biji plastik pun seperti telanjang. Artinya, tidak memakai APD. Pun tidak ada bantuan makan sehat bergizi dan susu. Apalagi jaminan kesehatan. Padahal setiap hari mereka menghirup asap dari plastik, kemungkinan besar asap itu mengandung dioxin dan furan. Maka sangat berbahaya e-waste dibakar di alam terbuka! Kondisi tersebut berdasar hasil investigasi pada 13 dan 15 Juli 2024 bersama crew Liputan6.com SCTV.

Bahaya e-waste belum diketahui para pelaku aras bawah, seperti pemulung, tukang sortir dan pencacah. Mereka hanya tahu e-waste bernilai ekonomis. Misalnya harga impek dan ABS sekitar Rp 2.000/kg. Sementara upa sortir Rp 900/kg. Sementara upah harian pada pabrik proses biji plastik Rp 120.000/hari. Mereka melihatnya sebagai peluang usaha dan mendapatkan income untuk bertahan hidup. Apalagi harga plastik sedang terjun.

Plastik impek, yang dimaksud, mungkin HIPS (High Impact Polystyrene) adalah bahan polimer termoplastik yang telah menjadi pilihan populer bagi banyak industri karena biayanya yang rendah, keserbagunaan, dan kemudahan pemrosesan. Bahan ini terbuat dari monomer stirena dan zat mirip karet yang disebut butadiena, menjadikannya kopolimer polistiren dan polibutadiena. Meskipun plastik HIPS memiliki banyak kelebihan, ada juga beberapa kekurangan yang harus diperhatikan sebelum memilih bahan ini untuk aplikasi tertentu. (europlas-com-vn.translate.goog diakses 15/7/2024).

HIPS biasanya diaplikasikan untuk pengemasan produk, tanda dan pajangan, suku cadang interior otomotif, mainan, Peralatan listrik dan elektronik, peralatan medis, kemasan makanan.

Sedang Plastik Acrylonitrile Butadiene Styrene (ABS) adalah polimer termoplastik yang banyak digunakan yang dikenal karena keserbagunaannya, daya tahannya, dan kemudahan pemrosesannya. ABS populer di berbagai industri dan aplikasi, termasuk suku cadang otomotif, barang konsumsi, elektronik, dan mainan.

Bahaya E-Waste Terhadap Kesehatan dan Lingkungan

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.